BATAM,SIJORITODAY.com – Aksi penyeludupan ratusan elektronik, rokok dan minuman ilegal pada kapal Rahmat Jaya 09 membuat negara rugi Rp.414 juta. Sebelumnya pada tanggal 08 Januari 2021 , Bea Cukai melakukan penegahan pada kapal tersebut di Pelabuhan Sekupang, Kota Batam.

Berdasarkan press realeas pada Jumat (19/02/2021), ratusan barang elektronik dan BKC tanpa pita cukai itu disembunyikan di dinding dan di bawah lantai speedboat SB. Rahmat Jaya 09 dikatakan oleh Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam, Susila Brata.

Barang hasil penindakan tersebut terdiri dari 348 unit alat elektronik berupa Handphone, Laptop dan Komputer berbagai merek dan jenis.

Juga ada 713 slop sigaret kretek mesin merek “HMIND” tanpa dilekati pita cukai, 108 botol dan 432 kaleng botol minuman mengandung etil alkohol berbagai merek tanpa dilekati pita cukai dan 70 pcs aksesoris laptop berbagai merek.

Kerugian negara bisa mencapai Rp414 juta seperti yang dikatakan oleh Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam, Susila Brata.

“Total nilai barang ditaksir mencapai sekitar Rp 1,56 Milyar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 414 juta” ujar Susila Brata

Barang tersebut diduga akan dikeluarkan dari kawasan bebas Batam ke tempat lain dalam daerah Pabean tanpa dilengkapi dokumen kepabean.

Kejadian ini berawal dari laporan warga bahwa akan ada kegiatan pemuatan barang eks FTZ dari Tanjung Riau tujuan Tembilahan menggunakan Speed Boat penumpang SB Rahmat Jaya 09.

Sekitar pukul 06.00 WIB, Satgas Patroli BC 15028 Bertolak dari pos Tempang dan melakukan patroli laut di sekitaran perairan sekupang.

Pada pukul 09.00 WIB, dari arah perairan Tanjubg Riau terlihat speedboat mengarah ke Pelabuhan Domestik Sekupang. Satgas Patroli BC 15028 lakukan pengejaran dan berhasil merapat di lambung kiri yang diketahui kapal tersebut bernama SB Rahmat Jaya 09.

Satgas Patroli BC kemudian melakukan pemeriksaan awal dan berkat kejelian petugas ditemukan sejumlah barang berharga (high value goods) berupa handphone dan laptop, MMEA serta rokok yang disembunyikan di dinding dan di bawah lantai kapal (false compartment).

Bersama barang bukti, Bea Cukai Kota Batam mengamankan seorang pria yang berinisial (R) yang berperan sebagai nahkoda kapal.

Tersangka diduga melanggar Pasal 102 huruf e dan/atau huruf f Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan/atau Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-undang No. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Atas penindakan tersebut saat ini sedang dinaikkan ke tahap Penyidikan. (monik)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here