TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Kementrian Sosial Indonesia resmi menghentikan pemberian santunan sebesar 15 juta Rupiah kepada ahli waris pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia.

Penghentian santunan itu dituangkan dalam surat edaran Kemensos yang diterbitkan pada 6 Februari 2021 yang lalu.

Dalam edaran tersebut, Kemensos menghentikan pemberian santunan dengan alasan tidak tersedianya anggaran, selanjutnya, Kemensos juga meminta agar Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk tidak merekomendasikan atau mengusulkan pemberian santunan ke Kemensos.

Semenjak pendaftaran dibuka pada bulan Juni tahun 2020, di Provinsi Kepri baru terdapat 15 orang yang mengajukan permohonan santunan COVID-19 ke Kemensos Indonesia.

15 orang yang mengajukan itu merupakan ahli waris pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia pada bulan Mei tahun 2020.

“Tidak ada yang menerima, korban meninggal di bulan Mei yang mengajukan aja tidak dapat santunan. Yang mengajukan 15 orang,” kata Hanizar Kabid Linjamsos Dinsos Kepri, Rabu (24/2).

Hanizar menuturkan, 15 orang yang mengajukan permohonan itu tidak akan mendapatkan santunan karena sudah dibatalkan oleh Kemensos.

“Polemik ini bukan di Kepri aja, tapi di seluruh Indonesia. Di Provinsi lain juga tidak dapat,” tuturnya.

Berbeda dengan Dinsos Kepri, Dinsos Kota Tanjungpinang justru baru akan melakukan sosialisasi santunan Covid-19 setelah 2 pekan yang lalu mengetahui adanya pemberian santunan kepada ahli waris korban COVID-19 itu.

Padahal, surat edaran pemberian santunan kepada ahli waris korban COVID-19 itu sudah dikeluarkan oleh Kemensos sejak bulan Juni 2020.

Sebelum dibatalkan oleh Kemensos, di Kota Tanjungpinang sendiri belum ada ahli waris yang mengajukan permohonan santunan korban COVID-19 itu.

“Belum ada yang mendaftar, karena masih di sosialisasikan,” Kata Deden Perdamayan, Kasi Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial Dinsos Kota Tanjungpinang. (Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here