KARIMUN, SIJORITODAY.com – – Pabrik produksi cetak batu bata yang berlokasi di RT 02/ RW 05 Kampung Lembah Hararapan, Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun diduga tidak mengantongi perizinan dan berpotensi mengganggu lingkungan sekitar.

Pantauan media ini, Kamis ( 18/3/2021 ) di lokasi pabrik percatakan batu bata, terdapat produksi bata merah maupun batako ini  menggunakan mesin.

Suara mesin yang digunakan sangat keras terdengar dan menimbulkan debu saat produksi, hingga mengganggu dan meresahkan warga pemukiman di sekitaran pabrik tersebut.

“Ya pak, bunyi mesinnya kedengaran bising saat cetak batu bata. Belum lagi debunya dan kami sangat terganggu,” ungkap warga di sekitaran pabrik tersebut yang tidak mau disebutkan namanya.

Terkait dugaan tidak adanya perizinan yang dimiliki pada usaha cetak batu bata dengan menggunakan mesin, pihak kecamatan akan melakukan krocek dan turun ke lokasi pabrik tersebut.

“Nanti akan kita kroscek perizinananya dan kita akan ke lokasi “, kata Camat Karimun Agung Jati Kesuma melalui pesan singkat.

Agung mengatakan, setelah pihaknya mengkroscek ke lokasi dan jika benar tidak ada surat perizinan yang dimiliki, pihaknya akan memberi sanksi dan akan di stop sementara aktivitasnya.

“Apa lagi sampai meresahkan pemukiman warga sekitar. Dan ini sangat menggaggu sekali, pihak pengusaha harus mengurus surat pendamping usaha tersebut, seperti surat izin lingkungan atau HO,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang yang berada di lokasi aktivitas diduga sebagai pemilik pabrik percetakan produksi batu bata itu mengaku telah memiliki perizinan atas usahanya.

“Ada izinnya, cuma ada dirumah, di sini tidak ada,” cetusnya singkat.

(Sunar)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here