TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang masih terus menyelidiki kasus peredaran sepeda non-SNI yang didapat di Toko Fresia, yang beralamat di Kilometer 10 beberapa waktu lalu.

Kasus ini, polisi telah berkoordinasi dengan Bea Cukai maupun Disperdagin Tanjungpinang. Namun, masih sebatas koordinasi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra dikonfirmasi, Selasa (23/3/2021), mengatakan, sifatnya masih koordinasi karena pintu masuk sepeda non-SNI tersebut diakuinya ada di Kota Batam.

“Iya selain Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) pihak Beacukai juga kita hubungi, tapi sifatnya hanya koordinasi saja. Karena pintu masuknya ini ada di Batam,” ungkap Rio.

Di toko Fresia Kepolisian telah mengamankan 3 unit sepeda non-SNI. 3 unit sepeda anak itu digunakan polisi sebagai sampel.

“Kemaren ada 3 sepeda anak yang kita bawa untuk sampel, mengenai pengusahanya ini kita masih selidiki apakah dia hanya menerima atau si pengusaha juga yang harus mendaftarkan legalitas SNI-nya,” kata dia.

Ditambahkan Rio, pihak kepolisian dalam kasus ini tentu berhati-hati. Selain itu pihaknya juga tidak bisa menduga-duga.

“Saat ini si penanggungjawab yang sedang di cari, tapi tidak menutup kemungkinan si pengusaha bisa di kenakan upaya hukum,” tutupnya.

(Mis)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here