Sijori Today

Tinjau Posko PPKM, Apri Ingatkan Soal Protkes

Bupati Bintan Apri Sujadi berbicara mengingatkan kepada masyarakat agar taat terhadap protkes saat meninjau posko PPKM di Kampung Wakatobi Kawal Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (22/6). Foto IST

BINTAN,SIJORITODAY.com – Bupati dan Wakil Bupati Bintan Apri Sujadi dan Roby Kurniawan menyempatkan diri meninjau langsung posko PPKM di Kampung Wakatobi Kawal Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (22/6) pagi.

Saat ini, Bintan masuk kedalam zona merah penyebaran Covid-19 terparah di Provinsi Kepri saat ini. Keberadaan posko PPKM memang mengambil peranan penting dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19 ditingkat kelurahan/desa.

Dalam kunjungan tersebut, Apri mengatakan bahwa akan rutin untuk turun meninjau langsung Posko PPKM Mikro hingga ke tingkat level RT/RW. Dikatakan nya juga bahwa langkah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga ke level RT/RW tersebut harus dilakukan sebagai salah satu langkah dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 saat ini.

“Kita sudah buatkan edarannya. Kabupaten Bintan saat ini dikategorikan kedalam zona merah di Provinsi Kepri. Maka harus ada upaya agar keluar dari zona merah tersebut hingga ke level RT/RW. Khusus di Kampung Wakatobi ini sudah ada 8 rumah dengan jumlah kasus hingga 24 orang dalam satu RT, mau tidak mau harus ada upaya konkrit khususnya dilevel RT/RW,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada jajaran setingkat RT/RW untuk bersinergi dengan pemerintahan dimana apabila ada kasus minimal 6 rumah dalam satu RT di kampung tersebut yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 maka ini sudah tergolong kasus yang harus diwaspadai di lokasi tersebut.

“Secara keseluruhan saat ini, untuk kegiatan kemasyarakatan yang sifatnya kumpul-kumpul seperti pesta, harusnya dapat ditunda terlebih dahulu selagi Bintan berada dalam zona merah,” tegasnya.

Terkait warga yang terkena kasus positif isolasi mandiri, Ia juga meminta agar peran RT/RW hendaknya dapat berkoordinasi ke pemerintahan daerah setempat dalam penanganan kebutuhan kecukupan sembako sehingga warga tersebut tidak perlu lagi keluar rumah.

“Kita juga minta perhatian dan koordinasi RT/RW bersama perangkat daerah untuk ikut mengedukasi dan mensosialisasikan ke masyarakat atas pentingnya protokol kesehatan. Bersama kita targetkan Kabupaten Bintan tidak berada lama dalam status zona merah,” paparnya.

Tak lupa, sang kepala daerah juga berpesan kepada masyarakatnya agar tetap mematuhi protokol kesehatan (protkes) dengan selalu mengenakan masker dengan benar menutup hidung dan bagian mulut. Kemudian, menjaga jarak aman minimal 2 meter serta mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

“Ingat, dengan semangat gotong royong kita harus semangat menuju kembali ke zona hijau,” pesannya. (Btn)

Editor : Redaksi

Exit mobile version