LINGGA, SIJORITODAY.com – Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Kota Tanjungpinang, Nobariasyah tengah berseteru akibat beda pandangan dengan pengurus IMKL saat ini soal kebijakan Pemkab Lingga yang memutus hubungan kerja Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Tenaga Harian Lepas (THL).
Pria yang akrab disapa Rian itu menilai kritikan yang dilontarkan IMKL ke Bupati Lingga terkesan tendensius dan berlebihan. Menurutnya, pengurus IMKL seharusnya berkoordinasi sebelum mengeluarkan opini yang mendiskreditkan pimpinan daerah.
“Saya menilai isu-isu yang dikembangkan kawan kawan justru cendrung tidak melewati kajian yang relevan, tapi cendrung berpedoman pada informasi-informasi media,” kata Rian, Minggu (04/07/2021).
Rian menegaskan, Bupati dan Wakil Bupati Lingga tidak pernah menjanjikan program 100 hari kerja saat kampanye Pilkada serentak 2020 yang lalu.
“Bukannya telah disampaikan Bupati, tidak ada program kerja 100 hari. Ini jelas disampaikan saat memimpin Kabupaten ini. Jadi apanya yang harus mereka kritik, ini salah. Jangan gagal paham. Kesannya tendisius menyudutkan,” ucap dia.
Rian meminta agar pengurus IMKL memahami mekanisme perjanjian kontrak kerja. Menurutnya dalam sistem kontrak disebutkan bahwa kontrak bisa diperpanjang maupun tidak dengan penilaian kinerja pegawai.
“Kenapa kontraknya tidak diperpanjang. Yang namanya kontrakkan begitu, diperpanjang atau tidak. Sudah jelas bukan bertahan kerja selama-lamanya,” papar dia.
Sebelumnya pada Sabtu (3/7/2021) pekan lalu, IMKL Tanjungpinang menyebar meme 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lingga M. Nizar dan Neko Wesha Paweloy.
Dalam meme tersebut, pengurus IMKL menyoroti kebijakan Pemkab Lingga yang memutus hubungan kerja PTT dan THL.
Selain pemutusan hubungan kerja, IMKL juga menyoroti PT. Timah yang kembali beroperasi, pembentukan tim TEPI, serta komersiliasi tes genose sebagai syarat pelaku perjalanan di Lingga yang memberatkan masyarakat.
“Propaganda ini mengingatkan Pemkab Lingga untuk ingat yang diucapkan ke masyarakat dan juga kami tegaskan ini adalah hasil diskusi dengan sejumlah elemen mahasiswa beberapa waktu lalu secara virtual terkait kinerja dan kebijakan Pemkab Lingga yang hari ini sangat buruk,” ucap dendi Kabid KASRAT IMKL Lingga.
Dendi menambahkan, IMKL Tanjungpinang akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemkab Lingga.
“kami pastikan akan ada gerakan lanjutan terkait hal ini,” tambahnya.
(Sapri/Hairi)
Editor: Nuel
