TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Taman Tugu Pensil yang berada di Jalan Agus Salim, Tanjungpinang, kini sepi dengan pengunjung.
Taman tugu yang berbentuk pensil itu merupakan simbol perjuangan pemberantasan buta huruf dan penghargaan bagi Kota Tanjungpinang yang berhasil menuntaskan buta aksara di tahun 1960-an.
Dulu, taman tugu ini kerap dimanfaatkan masyarakat Tanjungpinang sebagai tempat jogging track, fitness, voli dan keluarga yang ingin menghabiskan waktu akhir pekan.
Bahkan, tak sedikit pula pasangan yang memadu kasih di bawah pohon rindang sembari menikmati semilir angin laut di sore hari.
Namun, sayang. Taman tugu ini sudah tidak populer lagi di masyarakat Tanjungpinang. Masyarakat lebih memilih menghabiskan waktunya di Tugu Gonggong dan Tugu Daun Sirih yang baru dibangun.
Bukan tanpa sebab, Taman Tugu Pensil ini sudah lama tidak terawat dengan baik. Fasilitasnya pun sudah banyak yang tidak terawat dan tinggal lapangan voli yang masih bertahan.
Bila kita memperhatikan dengan teliti, kita akan melihat tulisan ‘Tugu Pensil’ yang persis di bibir pantai terancam roboh akibat abrasi.
Andi Irawan (45) pedagang yang sudah 10 tahun berjualan di tepi jalan tugu ini pun merasakan dampak dari kurangnya pengunjung taman ini.
Biasanya, ia mampu mendapatkan omzet penjualan Rp 300 ribu tiap hari atau Rp 9 juta setiap bulannya.
Namun, kini ia hanya mampu mendapatkan omzet Rp 100 ribu tiap harinya atau Rp 3 juta tiap bulannya.
Penurunan penjualan ini paling parah sejak bulan Maret tahun lalu, tepatnya sejak virus Covid-19 melanda.
Pemerintah mulai menerapkan pembatasan aktivitas dan sempat menutup fasilitas-fasilitas umum termasuk taman Tugu Pensil.
Namun, sebulan terakhir pemerintah sudah mulai melonggarkan aktivitas masyarakat dengan protokol kesehatan dengan harapan ekonomi kembali menggeliat.
Kebijakan pemerintah melonggarkan aktivitas masyarakat ini memang terbukti efektif menumbuhkan ekonomi masyarakat, namun tidak dengan taman Tugu Pensil.
Andi pun berharap, agar tugu yang dinaungi Pemko Tanjungpinang itu segera di renovasi agar kembali menarik minat masyarakat.
Menurutnya, taman Tugu Pensil ini sarat dengan perjuangan dan sejarah perjuangan Kota Tanjungpinang memberantas buta aksara dan sudah sepatutnya dilestarikan.
“Harapan kita, kalau bisa di renovasi lah semuanya, wahana anak-anak diadakan lagi, jangan sampai terbengkalai seperti ini,” harapnya.
(Nuel)
