Sijori Today

Kohati Tanjungpinang-Bintan Minta Kejelasan Musdakoh Riau-Kepri

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Himpunan Mahasiswa Islam, merupakan organisasi tertua mahasiswa yang masih eksis hingga saat ini.

Eksistensi HMI ini tak lepas dari jati diri sebagai organisasi perkaderan. Sehingga seluruh aktivitas di HMI seyogyanya menjadi proses pembelajaran untuk membentuk kader-kader yang dipenuhi keilmuan, keimanan & pengamalan ditengah-tengah masyarakat termasuk proses Musyawarah Daerah Kohati.

Musyawarah Daerah Badan Kordinasi Himpunan Mahasiwa Islam Riau-Kepri yang diselenggarakan bersamaan dengan Musyawarah Daerah Kohati Badko Riau-Kepri harusnya menjadi ajang hajatan besar untuk melahirkan kader-kader terbaik menjadi pemimpin masa depan.

Sayangnya dari Informasi yang disampaikan oleh salah satu kader HMI, yakni Anggi Safitri Ketua Umum Kohati Cabang Tanjungpinang-Bintan proses Musdakoh tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Anggi Safitri merasa dirugikan, ia pun meminta agar Musdakoh Badko Riau-Kepri yang digelar di Kota Batam pada 29-31 Oktober 2021 ditinjau kembali karena peserta delegasi tidak quorum.

Ia meminta agar Steering Comittee (SC) menjelaskan dan memberikan data valid mekanisme Musdakoh hingga terpilihnya Fitriani sebagai Ketum Kohati Badko Riau-Kepri.

“Meminta kejelasan surat pemberitahuan dari SC Musdakoh Badko Riau Kepri tentang pelaksanaan Musda secara Hybrid, karena masing-masing pengurus Kohati Cabang Penuh tidak mendapatkan Link Zoom pelaksanaan Musdakoh,” katanya, Senin (15/11/2021).

Selain itu, SC beserta panitia juga diminta untuk bertanggung jawab serta meminta maaf karena telah mencatut nama Anggi Safitri sebagai Mide Formateur mendampingi Fitriani.

Jika tuntutannya tidak dipenuhi dalam waktu 2×24 jam, Anggi bersama Kohati Cabang se Riau-Kepri akan melayangkan surat ke pengurus besar agar Musdakoh diambil alih.

“Kami pengurus Kohati Cabang Tanjungpinang-Bintan beserta seluruh Kohati Cabang Se Riau-Kepri sebagai peserta delegasi Musdakoh akan melayangkan surat kepada Pengurus Besar Kohati meminta agar Musdakoh di karateker,” tambahnya. (*)

Exit mobile version