Sijori Today

Vaksin Anak, TNI Harus Turun Tangan Gara-gara Hal Ini

Danramil 03 Bintan Utara Kapten Inf Suherman saat berusaha membujuk seorang anak yang menangis histeris saat hendak disuntik vaksin di SDN 003 Bintan Timur, Jum'at (17/12). Foto Btn

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Danramil 03 Bintan Utara Kapten Inf Suherman terpaksa harus turun tangan langsung untuk membujuk seorang anak laki-laki yang menangis ketakutan saat hendak disuntik vaksin Sinovac di SDN 003 Bintan Timur, Jum’at (17/12) pagi.

Sebelumnya, anak itu menangis histeris menolak disuntik oleh Kepala Puskesmas Kijang dr Mebi Parlinda. Namun, setelah TNI turun tangan membujuk dan menyakinkan kepada anak itu, barulah anak tersebut mau disuntik.

Namun, saat akan disuntik anak itu kembali menangis dan akhirnya dosis 0,5 ml vaksin sinovac berhasil disuntikkan.

Vaksinasi untuk anak usia 6 s.d 11 tahun telah dimulai serentak, diwilayah Kijang sendiri ada 3.700 anak yang menjadi sasaran target.

Sementara vaksinasi yang terpusat di SDN 003 Bintan Timur, ada 1.200 anak dari dua sekolah yang akan disuntik hari ini.

Ketua Tim Pengelola Vaksin Puskesmas Kijang Daryani Haswinda mengatakan, vaksin untuk di SDN 003 Bintan Timur ada 1.200 anak yang menjadi target untuk dua sekolah. Selain di sekolah, vaksin untuk anak juga dibuka di puskesmas.

“Cukup membawa KK dan juga KIA, layanan vaksin di puskesmas juga kita buka,” katanya.

Dosis vaksin untuk anak kata dia, sebanyak 0,5 ml vaksin sinovac yang merupakan stok milik Korem 003 WP. “Insha Allah target hari ini akan tercapai sampai sore hari,” terangnya.

Sebelum disuntik kata dia, anak-anak juga dilakukan screening kesehatan. Setelah disuntik pun kata dia, anak-anak harus menjalani observasi minimal 10 menit.

“Setelah benar-benar tidak ada efek samping barulah kita perkenankan untuk pulang,” ungkapnya. (Btn)

Editor : Redaksi

Exit mobile version