TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Makan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) biasanya mulai diberikan kepada bayi setelah usia enam bulan.
Ini beberapa tanda-tanda bayi siap makan tidak dapat dibandingkan satu sama lain. Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan bayi telah siap mengonsumsi makanan.
Bisa meraih makanan dan memasukannya ke dalam mulut, karena telah ada koordinasi yang baik antara mata, mulut, dan tangannya.
Duduk sendiri tanpa bantuan dan dapat menegakkan kepala.
Tertarik pada makanan yang dimakan orang lain.
Mampu membuka mulut dengan baik untuk mengambil makanan dari sendok.
Dapat menelan makanan dan tidak mengeluarkannya kembali dari mulut.
Beberapa tanda lain yang ditunjukkan bayi, seperti memasukkan jarinya ke dalam mulut dan menangis pada malam hari, dapat membuat keliru dan mengira bayi telah bisa diberi makanan padat.
Padahal, hal ini dapat menjadi pertanda bayi menginginkan lebih banyak ASI.
Membiasakan bayi dengan MPASI.
Berikut ini adalah panduan yang dapat dilakukan.
1. Ajak bayi makan bersama keluarga di meja makan.
Anak-anak sering kali meniru hal-hal yang dilakukan orang tua dan orang-orang di sekitarnya.
Dengan mengajak bayi makan bersama dengan keluarga, ia dapat memperhatikan serta meniru cara makan yang baik.
Untuk memulainya, bisa menempatkan si kecil pada kursi makan khusus bayi dan jangan lupa untuk memasang pengaman agar ia tidak terjatuh.
2. Berikan MPASI secara bertahap
untuk memperkenalkan makanan padat.
Awali dengan memberikannya sedikit demi sedikit, setidaknya tiga kali sehari. Jangan terlalu dipaksakan bila si kecil tidak mau mengonsumsi makanan yang diberikan.
Lebih baik si kecil makan lebih sering dalam porsi kecil daripada dalam porsi banyak, tetapi hanya sesekali.
Berikan waktu kepada bayi untuk menyesuaikan diri. Hindari memaksa bayi mengonsumsi dan menghabiskan makanannya.
Bila ia belum tertarik dengan suatu makanan, bukan berarti tidak ingin mengonsumsi makanan tersebut seterusnya. Cobalah untuk menawarkan MPASI kembali keesokan harinya.
Biarkan bayi mencoba makan sendiri, mengambil dan memasukkan makanannya sendiri ke dalam mulut.
Hal tersebut merupakan bagian dari proses belajarnya dalam mengenal makanan.
Perlu diketahui, jangan meninggalkan bayi seorang diri saat mengonsumsi makanan, sebab ia masih rentan tersedak saat mengunyah dan menelan makanan.
Selain itu, perhatikan peralatan makan yang digunakan bayi. Hindari menggunakan perlengkapan makan berbahan kaca yang berisiko pecah dan melukai bayi.
Pasangkan kain atau celemek pada leher si kecil untuk mengantisipasi makanan yang tumpah dari sendok atau mulutnya.
Pola makan bayi bermula dari masa pertamanya mengonsumsi makanan. Sarannya, berikan beragam jenis makanan sehat, terutama sayur dan buah, agar ia mendapatkan cukup nutrisi dan terbiasa untuk menyantapnya.
Editor : Liza
