TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Fraksi PKS meminta agar perkantoran Gubernur Kepulauan Riau menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap.
Anggota Fraksi PKS, Wahyu Wahyudin mengatakan, kantor Gubernur harus menjadi pilot project energi bersih bebas polusi seperti PLTS atap.
Ia optimis, penggunaan PLTS atap akan mengurangi ketergantungan terhadap listrik PLN yang masih menggunakan bahan bakar fosil.
Lebih jauh, ini juga akan menjadi media kampanye kepada masyarakat untuk beralih dari energi kotor ke energi bersih.
“Percontohan ini sangat penting agar masyarakat beralih menggunakan listrik tenaga surya yang ramah lingkungan,” katanya, Sabtu (30/4/2022).
Ketua Komisi II itu menerangkan, jika berhasil, seluruh perkantoran pemerintah di Kepri harus menggunakan PLTS atap.
Secara perlahan, pemerintah mengajak masyarakat turut menggantikan atap rumah mereka dengan panel surya.
Wahyu mengungkapkan, saat ini PLN sudah diwajibkan membeli 100 persen kelebihan daya listrik bersih dari PLTS atap.
Kewajiban itu dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Yang Terhubung Pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum.
Daya dihitung merupakan selisih antara listrik yang digunakan dengan listrik yang dihasilkan PLTS atap.
Dengan demikian, penggunaan PLTS atap akan menjadi sumber pendapatan masyarakat di masa yang akan datang.
“Jadi saya berharap Pemprov segera mengganti atap kantor dengan panel surya, jangan ditunda lagi,” ujarnya.
Sebelumnya pada Kamis (28/4/2022) lalu, Gubernur Ansar Ahmad menerima kunjungan perusahaan Singapura, Gurin Energy.
Keduanya membahas rencana investasi pembangunan PLTS kapasitas 2 Gigawatt di Karimun.
Seperti diketahui, Ansar mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo mewujudkan dan mendukung kerja sama energi bersih antara Indonesia dan Singapura.
“Pada prinsipnya Pemprov Kepri memberikan dukungan dengan MoU dengan skala kawasan Kepri. Kemudian memfasilitasinya ke Kepala Daerah di Kabupaten dan Kota,” kata Ansar.
Dalam pertemuan, mantan Bupati Bintan itu kembali menegaskan komitmennya mendukung transisi ke energi bersih dan terbarukan.
“Kami berharap Gurin Energy dapat membuka kantor cabang di Kepri. Supaya jangan listrik kita ekspor ke Singapura, pajaknya masuk ke Jakarta. Jadi wajib punya kantor cabang di Kepri,” harapnya.
Sementara itu CEO Gurin Energy, Assaad W. Razzouk menjelaskan, Pemerintah Singapura beriniatif mengimpor energi terbarukan pada fase pertama yang akan selesai pada 2027 dan fase kedua pada 2030. Ia menambahkan 80 persen investasi pada fase I akan masuk ke Kepri.
“Akan ada banyak pekerjaan sepanjang 4 tahun ke depan. Dimana perusahaan kami berinvestasi 25 persen dari total paket,” jelasnya.
Penulis: Helen
Editor: Nuel
