TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau mencatat bahwa Kepri mengalami inflasi 3,75 persen selama bulan Januari-Juni tahun 2022.
Di bulan Juni, BPS mencatat Kepri mengalami inflasi sebesar 0,84 persen. Jika dibandingkan dengan Juni tahun lalu, Kepri mengalami inflasi 5,89 persen.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan masyarakat.
Kenaikan tertinggi terjadi di kelompok makanan sebesar 2,18 persen yang disebabkan kenaikan harga komoditas cabai, bawang, minyak goreng, dan telur.
Kemudian ada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,05 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,48 persen.
Lalu ada kenaikan kelompok transportasi udara 0,93 persen, kelompok Infokom dan jasa keuangan 0,10 persen.
Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,08 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,23 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,10 persen.
Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki mengalami penurunan sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan.
Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Kepri, Barudin memperkirakan inflasi akan mengalami peningkatan di bulan mendatang jika Pemprov Kepri tidak melakukan langkah antisipasi. Apalagi, pembatasan penggunaan BBM subsidi Pertalite akan segera dilaksanakan.
“Secara umum kelihatannya akan terjadi kenaikan mengingat harga cabai dan angkutan masih meningkat kalau tidak diantisipasi oleh pemerintah,” tambahnya, Jum’at (1/7/2022).
Penulis: Nuel
