Sijori Today

Kapal Puskesmas dan Rumah Suku Laut Terbakar, Sirajudin Singgung Kapal Damkar

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur saat menghadiri pembukaan pelatihan barista yang ditaja Disnaker Kepri di Batam.

BATAM,SIJORITODAY.com – Selama dua hari terakhir terjadi musibah kebakaran di daerah pesisir yang menghanguskan 1 unit kapal Puskesmas keliling dan 2 unit rumah Suku Laut.

Pagi tadi, Minggu (3/2022), kobaran api melahap 1 unit kapal Puskesmas keliling di perairan Tarempa, Kabupaten Anambas.

Musibah itu menyebabkan satu orang mengalami luka bakar dan menjalani perawatan intensif di RSUD Tarempa.

Sehari sebelumnya, Sabtu (2/7/2022), musibah kebakaran pesisir juga menghanguskan 2 unit rumah Suku Laut di Desa Kawal, Kabupaten Bintan.

Kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik, rumah yang berbahan kayu pun membuat api cepat membesar.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin pun kembali mendorong Pemprov untuk segera menganggarkan pengadaan kapal pemadam kebakaran (Damkar). Kapal sangat dibutuhkan untuk memadamkan api kebakaran di kawasan pesisir.

Sirajudin menuturkan, kebakaran di kawasan pesisir sulit dipadamkan karena mobil pemadam tidak bisa tiba di lokasi kejadian. Kondisi ini tentu berakibat fatal jika kawasan pesisir itu padat penduduk.

“Idealnya perlu armada kapal, tidak sekadar mobil pemadam. Kita akan perjuangkan ini,” katanya, Minggu (3/7/2022).

Anggota DPRD 2 periode itu menjelaskan, berdasarkan aturan, Pemprov Kepri dapat mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kapal pemadam kebakaran.

Selain Provinsi, pengadaan kapal pemadam kebakaran ini juga bisa diusulkan ke pusat untuk dianggarkan di APBN dengan skema belanja hibah.

Kapal bisa ditugaskan di unit-unit Damkar tiap Kabupaten/Kota untuk digunakan tiap ada musibah kebakaran.

“Aturannya kan ada Permendagri 114 Tahun 2018, sekarang tinggal kemauan pemerintah saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kepri, Muhammad Hasbi setuju dengan usulan Sirajudin tersebut.

Hasbi menjelaskan, selain berfungsi sebagai kapal pemadam kebakaran, kapal juga bisa mengangkut barang logistik ke lokasi bencana yang tidak bisa diakses kapal komersil.

“Lebih efektif pemadaman dari laut, air pun tinggal sedot. Kapal-kapal kebencanaan itu idealnya yang bisa bergerak antar pulau,” jelasnya, Minggu (12/6/2022).

Berbeda dengan keduanya, Gubernur Ansar Ahmad lebih memilih memperbanyak jumlah hydrant di kawasan permukiman pesisir.

Ansar menjelaskan, setakat ini belum ada keadaan mendesak sehingga pemerintah harus menganggarkan pengadaan kapal Damkar ini.

“Saya kira belum penting lah soal itu, lebih baik hydrant-hydrant saja yang kita kembangkan,” katanya, Senin (13/6/2022). (*)

Editor: Nuel

Exit mobile version