Sijori Today

Wahyu dan Nelayan Anambas Kompak Tolak Kenaikan Harga BBM dan LPG

Kiri ke kanan, Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin dan Sekretaris HNSI Anambas, Dedi Syahputra.

ANAMBAS,SIJORITODAY.com – Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Anambas, Dedi Syahputra menolak kebijakan pemerintah menaikkan BBM dan LPG non subsidi.

Dedi mengatakan, setakat ini, nelayan di Anambas masih mengeluhkan kelangkaan solar yang terjadi sejak Maret 2022. Kelangkaan menyebabkan nelayan mengurangi aktivitas melaut.

Menurut Dedi, kenaikan harga akan membebani nelayan karena tak sedikit nelayan yang menggunakan BBM non subsidi dan mencampur nya ke BBM subsidi agar bisa melaut.

“Kalau sebulan nelayan lepas pantai bisa tiga kali melaut, sekali melaut sekitar seminggu, sekarang untuk sekali melaut saja dalam satu bulan sulit karena tidak ada BBM,” katanya, Sabtu (16/7/2022).

Selain itu, kenaikan harga BBM non subsidi juga akan berimbas terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Kepulauan Anambas, mayoritas kebutuhan pokok didatangkan dari daerah lain, untuk mobilisasinya menggunakan kapal yang menggunakan solar,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin meminta Gubernur Ansar Ahmad memperhatikan keluhan nelayan Anambas soal kelangkaan BBM subsidi jenis solar.

Menurut Wahyu, Anambas harus menjadi daerah prioritas jika Pemprov Kepri mengajukan penambahan kuota BBM subsidi di tahun mendatang.

“Harus ada kebijakan perhatian khusus buat para nelayan di Anambas,” katanya.

Politisi PKS itu meminta agar Pemprov Kepri bersama Pemkab Anambas mendata kebutuhan solar subsidi nelayan. Apalagi, mayoritas masyarakat Anambas berprofesi sebagai nelayan.

“Mengingat mereka hidup dari nelayan tidak ada mata pencaharian yang lain,” ujarnya.

Soal kenaikan harga BBM dan LPG, Wahyu tetap menolak karena akan menyusahkan masyarakat. Apalagi, harga kebutuhan pokok masyarakat masih mahal dan bisa memicu kenaikan inflasi.

Wahyu menjelaskan, kenaikan harga Migas dunia belum dapat menjadi alasan pemerintah menaikkan harga BBM dan LPG non subsidi.

Ia pun mengaku khawatir, akan ada migrasi pelanggan Pertamax Turbo ke Pertamax dan LPG non subsidi ke subsidi, sehingga perlu penghitungan cermat dalam menaikkan harga BBM dan LPG non subsidi.

“Saya tidak setuju dengan kenaikan harga BBM dan LPG di tengah naiknya harga barang-barang pokok masyarakat. Daya beli masyarakat belum pulih pasca Covid-19. Ini akan memberatkan mereka,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Exit mobile version