Sijori Today

Harga Ikan Melonjak, Nelayan: Solar Mahal dan Stok Ikan Berkurang

Eko Fitriandi, Wakil Ketua HNSI Provinsi Kepulauan Riau.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Riau, Eko Fitriandi mengungkapkan penyebab melonjaknya harga ikan jenis benggol, tongkol, selar, tenggiri belakangan ini.

Kenaikan harga disebabkan berkurangnya stok ikan di laut dan tingginya harga BBM non subsidi yang mencapai Rp16 ribu per liter.

Ia menuturkan, ikan jenis tongkol, benggol, selar, dan tenggiri hanya dapat ditangkap di perairan di atas 12 mil dengan menggunakan kapal di atas 30 GT yang mengkonsumsi solar non subsidi.

“Sudah berkurang stok ikan di laut selama 2 tahun terakhir, BBM nya tinggi lagi Rp16 ribu per liter,” katanya, Minggu (31/7/2022).

Kapal di atas 30 GT dioperasikan oleh tiga jenis nelayan, seperti nelayan utama, nelayan sampingan, dan nelayan buruh dengan sistem pengupahan bagi hasil.

Untuk menutupi biaya produksi yang tinggi, nelayan pun menaikkan harga ikan, tak sedikit pula yang menyimpan ikan dan mendistribusikan nya saat harga naik.

“Kalau ikan tongkol dilempar Rp20 ribu per kilo ke pasar, pasti nggak nutup produksinya, mau nggak mau harus Rp50 ribu per kilo,” terangnya.

Eko khawatir, jika pemerintah tidak segera mengambil kebijakan, harga ikan akan tembus Rp90 ribu per kilo.

Ia pun meminta agar pemerintah memberlakukan harga BBM non subsidi satu harga untuk kapal di bawah 30 GT maupun di atas 30 GT di seluruh Indonesia, Eko mengusulkan Rp9 ribu per liter.

“Kalau dengan harga sekarang mereka (nelayan) hanya bisa 7 hari melaut, kalau harga (solar) turun bisa 20 hari di laut,” jelasnya.

Selain itu, Eko juga mengusulkan agar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI merevisi Permen KP 18 Tahun 2021 menyusul menipisnya stok ikan di perairan Natuna dan Anambas.

Revisi Permen KP akan memudahkan kapal di bawah 30 GT yang mengkonsumsi solar subsidi menangkap ikan di atas 12 mil dengan leluasa.

Kebijakan ini akan ampuh menekan biaya produksi sehingga harga ikan di pasar akan kembali normal.

“Kita minta zona tangkap terukur direvisi, karena takutnya nelayan kita kalah saing, pengawasan kita masih sangat lemah, siapa yang bisa mengetahui mereka akan bermain di bawah 12 mil,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Baca Juga : Harga Ikan Tongkol  Tembus Rp35 Ribu per Kilo di Tanjungpinang

Exit mobile version