TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Kepri terus berlanjut dan semakin menguat.
BPS Kepri merilis perekonomian pada triwulan II-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,01 persen. Jauh di atas capaian triwulan I yang tumbuh sebesar 2,83 persen.
Capaian ini mendekati pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II 2022 yang mencapai 5,44 persen (y-o-y) yang dinilai cukup tinggi di tengah risiko pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi yang meningkat.
Pertumbuhan ekonomi diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar berlaku (ADHB) mencapai Rp75,83 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp46,80 triliun.
Bila dirincikan, pertumbuhan ini disumbangkan oleh sisi lapangan usaha dengan kategori perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,67 persen, dan kategori pertambangan dan penggalian sebesar 1,10 persen.
Dari sisi pengeluaran, komponen net ekspor memiliki andil pertumbuhan sebesar 2,41 persen dan Komponen PK-RT dengan andil sebesar 1,93 persen.
Kemudian, dalam lingkup regional, PDRB Kepri triwulan II-2022 memberikan kontribusi sebesar 7,27 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera.
“Sampai dengan semester I tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 3,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” sebut rilis BPS.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, kabar yang menggembirakan ini sebagai penanda optimisme terhadap pemulihan ekonomi Kepri semakin terjawab.
Menurutnya, dari awal menjabat pemulihan ekonomi Kepri telah menjadi prioritas dalam program pembangunan yang dimilikinya.
“Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini, Kepri berpotensi kembali ke jalur asal sebagai barometer capaian perekonomian daerah di atas nasional,” ucapnya.
Ansar menerangkan, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat ini tidak terlepas dari peran semua pihak yang terus melakukan terobosan serta masyarakat Kepri yang selalu berinovasi guna menciptakan roda pemulihan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi di Kepri bukan hal yang dapat dilakukan secara mudah dan singkat, banyak stakeholder terkait yang selalu berjuang, melakukan terobosan-terobosan baru, guna memberikan peluang kepada masyarakat untuk menggerakkan roda ekonomi kembali,” tambahnya. (*)
Editor: Nuel
