BINTAN,SIJORITODAY.com – – PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) ikut menginisiasi pencegahan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk kepada para pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati hari nyamuk sedunia (World Mosquito Day) yang diperingati setiap 20 Agustus.
Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung Departemen Health, Safety and Environmental (HSE) PT BRC Ray Manaek dengan terjun ke sekolah TK, SD hingga SMA dan Diploma I hingga politeknik dikawasan Lagoi.
Menurut Ray, kesadaran dari usia dini dinilai sangat tepat untuk memberikan pengetahuan yang benar mengenai pentingnya melakukan pencegahan penyakit yang disebabkan oleh vektor atau penularan dari berbagai jenis nyamuk seperti malaria, demam berdarah, filariasis dan penyakit dari nyamuk lainnya.
Ia menjelaskan dengan pengetahuan yang baik diharapkan akan mampu menumbuhkan kesadaran serta kepedulian untuk mengetahui cara mencegah penyakit yang benar serta mampu menciptakan budaya yang kuat dalam hal kesehatan lingkungan bersama, hingga mereka dewasa.
“Sebenarnya sudah banyak kegiatan-kegiatan bersifat edukasi mengenai lingkungan yang diberikan kepada sekolah di bawah naungan Yayasan Bintan Resorts yang berada dalam kawasan wisata Lagoi ini,” paparnya.
PT. BRC juga telah melakukan berbagai program pencegahan penyakit tular vektor di Kawasan Pariwisata Lagoi. “Program-program terkait pengendalian vektor di kawasan pariwisata Lagoi telah berjalan dan akan terus berkesinambungan karena terintegrasi dengan resort dan hotel di kawasan pariwisata Lagoi,” timpalnya.
Adapun proses pemindahan ide atau gagasan ini bisa mencakup berbagai hal terkait lingkungan seperti perawatan sistem drainase untuk mencegah genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, inspeksi rutin oleh tim juru pemantau jentik (Jumantik), pembuatan dan penggunaan Ovitrap, termasuk pengawasan kondisi kesehatan karyawan yang dilakukan PT BRC melalui departemen HSE bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan.
Dalam rangkaian kegiatan sosialisasi kepada pelajar di sekolah Tunas Bangsa, juga akan diberikan pelatihan tentang pemanfaatan kembali botol plastik bekas menjadi barang yang sangat berdaya guna, untuk mengeliminasi telur nyamuk dengan metode ovitrap.
“Jadi dari usia anak-anak sudah dibekali ilmu tentang bahaya penyakit tular vektor dan tindakan pencegahannya,” kata Ray.
Peringatan hari nyamuk yang ditandai dengan kegiatan positif oleh PT BRC ini juga menjadi pengingat bahwa sebagai bagian dari masyarakat, tetap menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) menuju kepada eliminasi dan reduksi penyakit tular vektor di Indonesia.
Dari berbagai bentuk keseriusan pihak pengelola kawasan Bintan Resorts dalam mengelola destinasi wisata yang peduli akan aspek kesehatan dan lingkungan selama ini, telah membuahkan sebuah tanda penghargaan Manggala Karya Bakti Husada Arutala dari Menteri Kesehatan RI pada tahun 2005 atas pengabdian di bidang kesehatan yang dilakukan dalam kurun waktu tahun 2003, khususnya dalam upaya penanggulangan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. (oxy)
