BATAM, SIJORITODAY.com – Harapannya kader Dasa Wisma mampu menurunkan jumlah anak terkena stunting dan juga pasien terpapar Covid-19.
Hal ini disampaikan Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Hj Dewi Kumalasari Ansar sata membuka kegiatan Penggerakan Peningkatan Posyandu Aktif melalui Rebranding Posyandu di Batam City Hotel, Batam, Rabu (31/8).
Kegiatan ini diikuti semua kader Posyandu kabupaten/kota se-Kepri.
Bertemakan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dasar di Posyandu dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Pencegahan Stunting dan Covid-19 melalui Dasa Wisma.
Dalam kegiatan ini, Dewi Ansar menyampaikan Penggerakan Peningkatan Posyandu Aktif merupakan hal yang sangat penting.
“Mengingat pada saat ini terdapat berbagai tantangan kesehatan yang tetap harus mendapatkan perhatian dari kita semua,” kata Dewi Ansar.
Pihaknya pun sudah berupaya menggerakkan kader Dasa Wisma.
Upaya-upaya tersebut diantaranya yaitu launching Sistem Aplikasi Pos Pelayanan Terpadu (SIAP PANDU).
Meningkatkan peran dan potensi kader PKK dalam pencegahan stunting, Keterlibatan PKK Keluarga dalam tim pendamping, meluncurkan program gerakan peduli penekanan penyebaran Covid-19 atau disingkat GP3C19.
Menjalin kemitraan antara PKK dengan organisasi kewanitaan di Provinsi Kepulauan Riau.
“Semoga dengan upaya-upaya yang telah dilakukan tersebut, kasus stunting dan Covid-19 di Provinsi Kepri bisa berkurang. Bahkan dua pasien tersebut bisa sembuh,” harapnya.
Ia menjelaskan berdasarkan Hasil Riset Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, Provinsi Kepri merupakan provinsi terendah ke empat se-Indonesia untuk temuan kasus balita dengan status stunting.
Kemudian berdasarkan hasil analisis persentase pada anak Balita Provinsi Kepri Tahun 2021 kategori sangat baik.
Yaitu target 20 persen tercapai 17,6% sehingga capaian kinerja sebesar 113 persen.
“Meskipun demikian capaian kinerja tersebut harus terus kita tingkatkan dengan melakukan berbagai upaya pencegahan stunting yang juga berpengaruh terhadap tingkat kesehatan Ibu dan Anak,” imbuh Dewi Ansar.
Ditambahkannya, kasus Covid-19 masih belum juga berakhir. Hal ini dapat dilihat dari infografis perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepri per tanggal 29 Agustus 2022. Masih terdapat kasus aktif 103 orang.
Sudah jauh menurun dari data puncak tertinggi per tanggal 18 Juli 2021, 928 orang. Meski demikian, pencegahan Covid-19 tetap harus dilakukan.
“Berdasarkan hal tersebut maka peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Posyandu dalam meningkatkan kesehatan Ibu dan Anak. Pencegahan stunting dan Covid-19 sangat penting kita lakukan, salah satunya melalui Dasa Wisma,” tutur Dewi Ansar.
Ini merupakan program kerja PKK mulai pusat sampai desa. Terdiri dari kelompok ibu dari 10 Kepala Keluarga (KK) rumah yang bertetangga dan beraktivitas bermanfaat bagi Keluarga.
Dewi Ansar juga mengatakan kelompok Dasa Wisma bertujuan membantu kelancaran tugas-tugas pokok dan program PKK dan kegiatannya diarahkan pada peningkatan kesehatan keluarga.
“Dasa Wisma juga sebagai salah satu wadah kegiatan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan program-program kegiatan gerakan PKK di tingkat desa. Nantinya akan berpengaruh pula pada kegiatan gerakan PKK Kecamatan, di tingkat Kabupaten maupun Provinsi,” ungkapnya.
Terakhir, Dewi Ansar mendukung penggerakan peningkatan Posyandu aktif di Kepri.
Penulis: Prb
Editor: Liza
