TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT. Pelabuhan Kepri.
Itu ia sampaikan usai menghadiri Rakerda oleh BKKBN RI di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (2/2/2023).
Ansar mengatakan, ia sudah meminta agar PT. Pelabuhan Kepri melakukan efisiensi untuk meminimalisir kerugian.
Salah satunya kata Ansar dengan melakukan rasionalisasi karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“BUP sudah kita minta agar lebih efisien dan karyawannya harus di rasionalisasi,” katanya.
Soal kapal Mv Lintas Kepri yang belum menghasilkan PAD, Ansar menyebut peruntukannya bukan hanya untuk komersial namun harus melayani jalur-jalur yang tidak potensial dan kepentingan sosial.
“Ada sisi kepentingan sosial yang kita harus kedepankan, tapi belum ada usaha yang bisa mensubsidi hal itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta Gubernur Ansar Ahmad mengevaluasi kinerja Komisaris, Direksi, dan karyawan PT. Pelabuhan Kepri.
Evaluasi penting dilakukan untuk memastikan keberlangsungan bisnis PT. Pelabuhan Kepri.
Belakangan ini kata Wahyu, PT. Pelabuhan Kepri gagal memenuhi ekspektasi yang diberikan Gubernur Ansar Ahmad.
Pada tahun 2021, perusahaan plat merah itu mengalami kerugian Rp800 juta dan miliaran rupiah pada tahun 2022.
Padahal, PT. Pelabuhan Kepri baru saja mendapatkan kucuran dana segar Rp19 miliar di tahun 2021.
Dengan kucuran dana itu, PT. Pelabuhan Kepri seharusnya mampu memberikan sumbangsih terhadap peningkatan PAD.
“Modal usaha semakin tergerus oleh biaya operasional, sedangkan bisnisnya melempem,” tegasnya.
Penulis: Nuel
