TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Ketua Persatuan Pedagang Peternak Sapi dan Kambing Tanjungpinang-Bintan, Thamrin mengungkapkan potensi lonjakan harga daging sapi saat bulan suci Ramadhan.
Tak tanggung-tanggung, harga daging sapi potong di Tanjungpinang diperkirakan bisa tembus Rp200 ribu per kilo.
Ramadhan tahun lalu kata Thamrin, harga daging sapi potong di Tanjungpinang dibanderol sebesar Rp180 ribu per kilo.
Lonjakan harga ini disebabkan stok sapi yang saat ini semakin menipis imbas ditutup nya pintu masuk sapi potong ke Tanjungpinang.
“Tahun lalu harga Rp180 ribu per kilo, kalau dari Batam dalam bentuk potong saya rasa tembus Rp200 ribu per kilo,” katanya, Rabu (22/2/2023).
Thamrin pun meminta Pemprov Kepri melobi pemerintah pusat agar memberikan diskresi pengiriman sapi potong dari zona merah ke Tanjungpinang.
Diketahui, saat ini hanya Kota Batam yang diizinkan mendatangkan sapi potong dari zona merah seperti Jambi dan Lampung.
“Yang herannya saya, setelah di potong di Batam bisa masuk ke Tanjungpinang. Kenapa tidak diberikan diskresi saat lebaran ini. Kan bisa juga langsung ke Tanjungpinang, kita akan patuhi karantina,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekda Kepri, Adi Prihantara mengatakan, peternak dan pedagang sudah diizinkan untuk mendatangkan sapi potong dari luar daerah.
Adi menyebut, saat ini, sapi sudah bisa masuk Kepri, namun masih terbatas di Kota Batam.
“Kalau untuk dipotong untuk wilayah (asal) mana pun boleh masuk, tapi masuknya ke Batam,” katanya, Selasa (14/2/2023).
Daging potong nantinya dapat diedarkan ke Kabupaten/Kota lainnya di Kepri, tetap mengacu pada Permentan 17 Tahun 2022.
“Dimungkinkan nanti kalau sudah jadi daging, dari Batam ke Tanjungpinang, tapi dipenuhi kaidah-kaidah yang diatur Peraturan Menteri Pertanian,” ujarnya.
Adi menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan Tahun 2023, pemerintah masih mengharapkan stok sapi dari Natuna dan Anambas.
Selain itu, Bulog juga diminta memastikan ketersediaan daging sapi beku selama Ramadhan.
“Kalau untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan kita juga tetap meminta Bulog memenuhi kebutuhan. Pengusaha kesulitan mendatangkan sumber daging, karena yang diperbolehkan hanya zona merah ke merah,” tutupnya.
Penulis: Nuel
