TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Tanjungpinang dan Bintan Thamrin menyambut baik rencana kedatangan bibit sapi 600 ekor bibit sapi dari Nusa Tenggara Timur.
Thamrin menyebut bibit sapi tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha tahun 1444 Hijriah.
“Rencananya itu 600 ekor untuk Tanjungpinang dan Bintan, kalau ada sisa baru akan dikirim ke Batam,” katanya.
Sebagai peternak dirinya mengaku siap kedatangan bibit sapi tersebut. Dengan berbagai protokol kesehatan, dan lokasi penampungan sapi sementara.
“Kandang saya siap menampung 300 bibit sapi, RPH saya juga siap mengirim menampung,” ucapnya.
Ia menerangkan saat ini jumlah sapi yang dimiliki peternak di Tanjungpinang dan Bintan sudah tidak terpantau lagi. Sehingga cukup rawan untuk memenuhi kebutuhan pada Idul Adha atau Ramadhan dan Idul Fitri.
“Kita perkirakan harganya juga akan melambung, hampir Rp180 ribu per kilogram seperti tahun lalu,” tambahnya.
Apalagi dengan rencana pemerintah yang akan memasukkan sapi potong melalui Batam, dan masuk ke Tanjungpinang berupa potongan daging segar. Hal ini akan menambah biaya untuk penjualan daging segar.
“Kalau seperti itu tentu harga jual daging sapi di Tanjungpinang pasti di atas harga Batam, mungkin bisa sampai Rp200 ribu nanti kita jualnya,” ungkap Thamrin.
Ia pun berharap pemerintah membuat diskresi khusus untuk memasukkan hewan ternak ke Tanjungpinang, dengan mempertimbangkan beberapa poin aturan PMK yang telah dibuat pemerintah. (*)
Editor: Nuel
