Anggota DPRD Kepulauan Riau, Yusuf saat ditemui di Kota Batam. F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota Komisi III DPRD Kepulauan Riau, Yusuf meminta Maxim Tanjungpinang mematuhi SK Gubernur dalam penentuan tarif.

Itu ia sampaikan menanggapi aksi unjuk rasa puluhan driver di Kantor Cabang Maxim Tanjungpinang pada Rabu (31/5/2023) kemarin.

Yusuf mengatakan, dalam SK Gubernur tersebut sudah ditetapkan bahwa tarif transportasi daring khusus roda empat Rp6000 per kilometer untuk kilometer pertama.

Sementara kilometer selanjutnya diserahkan ke pihak aplikator dengan tidak melewati batas bawah sebesar Rp3.500 per kilometer dan batas atas Rp6.500 per kilometer.

“Maxim Tanjungpinang harus patuhi SK Gubernur, jangan sampai merugikan para driver. Sebagai mitra, Maxim dan para driver harus sama-sama sejahtera,” katanya, Kamis (1/6/2023).

Anggota Fraksi PKS itu meminta agar Maxim Tanjungpinang menetapkan tarif yang sama seperti di Kota Batam yakni Rp5.000 per kilometer nya.

“Saya akan coba sounding ke Dinas Perhubungan, seperti apa tanggapan mereka soal Maxim Tanjungpinang ini,” ujarnya.

Sebelumnya, salah satu driver Maxim Tanjungpinang, Hence S Hasibuan meminta Komisi III DPRD Kepri mendesak Maxim memberlakukan tarif yang sama seperti di Batam.

Menurutnya, tarif saat ini jauh dari kata layak. Apalagi, pemerintah sudah menaikkan harga Pertalite menjadi Rp10.000 per liter.

“Adapun tarif Maxim Tanjungpinang berkisar Rp3.500 per kilometernya, sedangkan Batam sebagai perbandingan tarif Rp5.000 per kilometernya,” ujarnya.

“Apabila perbedaan harga tersebut dibedakan berdasarkan UMK, maka itu tidak bisa dijadikan acuan, karena harga BBM berlaku secara nasional,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua JPKP Tanjungpinang, Adiya Prama Rivaldi yang mendampingi para driver Maxim Tanjungpinang mengancam akan kembali melakukan aksi susulan pada Senin (5/6/2023) pekan depan.

Aksi susulan itu akan dibarengi dengan penutupan paksa Kantor Cabang Maxim Tanjungpinang jika tuntutan para driver tidak dipenuhi.

“Kalau keinginan kami tidak terpenuhi kami akan kembali melakukan aksi pada hari Senin untuk melakukan penyegelan,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here