Petugas SPBU Km 16 saat sedang melakukan scan QR barcode pembelian bio solar, Jum'at (2/6) pagi. Foto oleh oxy

SIJORITODAY.com – Antrian kendaraan roda 4 dan truk mengular disekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Km 16, Desa Toapaya Selatan Kecamatan Toapaya, Jum’at (2/6) pagi.

Antrian kendaraan yang hendak mengisi bio solar itu menutup sebagian bahu jalan utama yang padat kendaraan. Para sopir terpaksa memarkirkan kendaraan dibahu jalan karena kondisi jalan yang sempit.

Mengantrinya kendaraan itu dikarenakan pompa pengisian BBM bio solar yang sedang gangguan. “Pompa satu aja yang beroperasi, satu pompa lagi rusak,” ungkap pengelola SPBU, Deni diruangannya.

Saat ini, pihaknya sedang memesan pompa untuk mengganti pompa yang rusak. Menurutnya, kerusakan pompa BBM itu terjadi sejak sepekan terakhir. Selain masalah pompa yang rusak, Deni juga mengungkapkan kendala lainnya.

“Karena pengiriman dari mobil tangki yang lama ke kita. Kita hanya stok 8 ton perhari,” ungkap Deni.

Disinggung soal kemungkinan ada kendaraan yang bolak balik mengisi BBM subsidi itu, Deni menegaskan hal itu sulit terjadi. Katanya, pengisian sudah menggunakan sistem Quick Response (QR) barcode. Sehingga 1 kendaraan terdaftar dalam satu QR barcode.

Selain itu, dalam satu QR barcode untuk kendaraan roda 4 dibatasi 30 liter/hari, sementara roda 6 dibatasi maksimal 60 liter/hari.

“Misal isinya disini, dia (kendaraan) tidak bisa isi lagi di SPBU lain kalau kuotanya sudah isi penuh di kita,” terangnya.

Deni mengatakan, sistem ini justru mempermudah penjualan BBM subsidi bio solar. Sebab, setiap kendaraan yang mengisi bio solar sudah tersistem. “Jadi untuk daftar itu, sudah ada data kendaraannya. Tidak mungkin 1 kendaran punya 2 atau lebih QR barcode,” timpalnya. (oxy)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here