Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin dalam wawancara bersama awak media di Batam. F:Sjjoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin meminta operator Maxim Tanjungpinang menaikkan tarif seperti di Kota Batam.

Ia mengatakan, tarif Rp3.500 per kilometer sudah tidak relevan jika dibandingkan dengan kenaikan harga BBM Pertalite yang saat ini Rp10.000 per liter.

Wahyu menyarankan agar Maxim Tanjungpinang memberlakukan tarif Rp5.000 per kilometer.

“Rp3.500 per kilometer itu udah tidak masuk akal, setidaknya naikkan menjadi Rp5.000 per kilometer seperti Batam. Harga BBM juga sudah naik, sehingga perlu penyesuaian tarif baru,” katanya melalui saluran telepon, Jum’at (2/6/2023).

Anggota Fraksi PKS itu menerangkan, kenaikan tarif akan membuat para driver sejahtera dan memberikan pelayanan yang prima kepada konsumen.

Selain itu, kenaikan tarif juga bisa menghindari terjadinya transaksi di luar aplikasi.

Sebagai operator, Maxim Tanjungpinang memiliki kewajiban moral untuk menjamin kesejahteraan para driver sebagai mitra.

“Saya pernah pesan Ojol, karena tarifnya rendah driver nya minta naikkan harga. Setelah saya sampai ke tujuan, driver nya minta kontak saya, katanya kalau mau pulang hubungi pakai WA, nanti tarif nya sama seperti aplikasi,” terangnya.

“Ini kan menunjukkan kalau tarif saat ini memberatkan driver, konsumen pun tidak nyaman. Driver itu perlu sejahtera juga, walaupun statusnya mitra,” sambungnya.

Sebelumnya, salah satu driver Maxim Tanjungpinang, Hence S Hasibuan meminta DPRD Kepri mendesak Maxim memberlakukan tarif yang sama seperti di Batam.

“Adapun tarif Maxim Tanjungpinang berkisar Rp3.500 per kilometernya, sedangkan Batam sebagai perbandingan tarif Rp5.000 per kilometernya,” ujarnya.

“Apabila perbedaan harga tersebut dibedakan berdasarkan UMK, maka itu tidak bisa dijadikan acuan, karena harga BBM berlaku secara nasional,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua JPKP Tanjungpinang, Adiya Prama Rivaldi yang mendampingi para driver Maxim Tanjungpinang mengancam akan kembali melakukan aksi susulan pada Senin (5/6/2023) pekan depan.

Aksi susulan itu akan dibarengi dengan penutupan paksa Kantor Cabang Maxim Tanjungpinang jika tuntutan para driver tidak dipenuhi.

“Kalau keinginan kami tidak terpenuhi kami akan kembali melakukan aksi pada hari Senin untuk melakukan penyegelan,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here