Agusnawarman, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Riau.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Sebanyak 800 pelaku UMKM di Kepulauan Riau telah menerima bantuan modal bunga nol persen hingga Mei tahun 2023.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Kepri, Agusnawarman mengatakan, bantuan modal merupakan inisiasi Gubernur Ansar Ahmad bekerja sama dengan Bank Riau Kepri.

Setiap pelaku UMKM dapat mengajukan bantuan modal maksimal Rp20 juta dengan tenor pinjaman 2 tahun serta bunga nol persen karena dibayarkan sepenuhnya oleh Pemprov Kepri.

“Ini niat mulia pak Gubernur yang menciptakan kerja sama dengan Bank Riau Kepri memberikan kredit bunga nol persen untuk pelaku UMKM. Tahun ini sudah hampir 800 pelaku UMKM yang sudah minjam ke Bank Riau Kepri,” katanya.

Agusnawarman menuturkan, berdasarkan data DiskopUKM, terdapat 155 ribu pelaku UMKM aktif di Kepri.

Ia pun mendorong seluruh pelaku UMKM mengajukan bantuan modal ke Bank Riau Kepri di tahun ini.

“Pelaku UMKM silahkan pinjam maksimal Rp20 juta ke Bank Riau Kepri Syariah dibayarkan 2 tahun. Bayar pokoknya aja, bunganya pemerintah yang tanggung,” tuturnya.

Agusnawarman menambahkan, banyak pelaku UMKM yang meminta agar besaran bantuan modal ditingkatkan pada tahun mendatang.

Ia pun akan mengusulkan permintaan pelaku UMKM ini kepada Gubernur Ansar Ahmad untuk dilakukan pengkajian ulang.

“Kami sudah diskusi dengan pelaku UMKM dan akan kita sampaikan kepada pak Gubernur agar nominalnya ditingkatkan, tidak lagi Rp20 juta,” tambahnya.

Wahyu Wahyudin, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta Pemprov Kepri melanjutkan program kredit bunga nol persen untuk merangsang tumbuh kembang UMKM.

Setakat ini, bantuan kredit bunga nol persen membantu pelaku UMKM, namun belum dinikmati seluruh pelaku UMKM akibat syarat agunan berupa BPKB dan sertifikat tanah.

“Syarat agunan ini perlu diubah, cukup hanya surat rekomendasi dari Dinas KopUKM,” pintanya.

Selain itu Pemda juga perlu memperbanyak program pelatihan dan mendorong pelaku UMKM menggunakan platform digital.

Pemda juga dapat melakukan promosi produk UMKM yang masif, bukan hanya nasional namun juga ke kancah internasional melalui program Asean Online Sale Day (AOSD) menggunakan platform digital.

“Pelaku UMKM pemula harus mendapatkan pelatihan, melalui pelatihan mereka dapat rekomendasi kredit bunga nol persen, namun mereka diwajibkan menggunakan platform belanja digital agar produk mereka dapat di ekspor ke luar negeri, khususnya Asean,” imbuhnya.

Penulis: Nuel.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here