Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad saat menghadiri Pentas Seni Waisak, 2567 TB/2023 di Jalan Merdeka, Depan Vihara Bahtra Sasana Tanjungpinang, Sabtu (6/3/2023) malam. F:Sijoritoday.com/DiskominfoKepri

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com (Advertorial) – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyebut warga Tionghoa berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Itu ia sampaikan saat menghadiri Pentas Seni Waisak, 2567 TB/2023 di Jalan Merdeka, Depan Vihara Bahtra Sasana Tanjungpinang, Sabtu (6/3/2023) malam.

Ansar menuturkan, meskipun berbeda suku, adat, budaya dan agama, namun warga Tionghoa selalu hidup berdampingan, saling menghargai dan menjunjung nilai toleransi.

Warga Tionghoa juga selalu kompak dan membaur dengan warga lain sehingga pada tahun 2022 Kepri memperoleh Indeks Kerukunan Umat Beragama peringkat pertama Nasional dengan angka 85.78.

“Ini adalah modal yang bagus untuk membangun kepri ke depan menjadi lebih baik,” katanya.

Kepada warga Tionghoa yang hadir, Ansar memaparkan program pembangunan untuk mempercantik Tanjungpinang, diantaranya lanjutan rehabilitasi Jalan Merdeka dan Jalan Bandara, rehabilitasi Gereja Ayam di Jalan Teuku umar dan revitalisasi total akau potong lembu bersama Pemko Tanjungpinang serta lanjutan penanganan di Pulau Penyengat.

Kemudian di tahun 2024, melalui MCC Amerika Serikat, Pemprov Kepri akan mendapatkan bantuan Rp300 Miliar untuk integrasi tambahan pelantar 1 dan 2 hingga ke Pelabuhan internasional.

Sementara pada tahun ini, Gedung LAM bersama etalase Dekranasda juga akan diselesaikan.

Pemprov Kepri juga telah mendapatkan tambahan anggaran Rp646 milliar guna penanganan jalan di beberapa daerah dari Kementerian PUPR.

“Dengan berbagai perbaikan yang kita lakukan, saya ingin kita semua bangga memiliki Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi,” harapnya.

Selain itu, Pemprov Kepri senantiasa memberikan perhatian terhadap berbagai penguatan keagamaan termasuk agama Buddha.

Pada tahun 2022, Pemprov Kepri menggelontorkan anggaran Rp2,438 miliar dan Rp870 juta untuk vihara di Kepri.

Bantuan juga diberikan bagi tim pembinaan keagamaan, salah satunya pemuka dari agama Buddha dengan total 57 orang, dengan alokasi anggaran berjumlah Rp68,4 juta

“Saya memohon doa dan dukungan dari masyarakat dan para tokoh Tionghoa agar mengawal dan mendukung jalannya pembangunan saat ini sehingga ke depan pembangunan bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak,” pungkasnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here