Salah satu Ketua Kelompok Tani Kecamatan Toapaya, Irwanto saat menyampaikan keluhan-keluhan petani saat Jum'at Curhat Polres Bintan di Pujasera Pasar Tani, Kecamatan Toapaya, Jum'at (9/6) pagi. Foto oleh oxy

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Polres Bintan kembali menggelar Jum’at Curhat di Pujasera Pasar Tani Kecamatan Toapaya, Jum’at (9/6) pagi.

Pertemuan dengan aparat kepolisian itu pun dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan beragam persoalan yang terjadi ditengah masyarakat. Salah satunya, persoalan yang banyak dihadapi para petani.

Daerah Toapaya sendiri merupakan daerah pertanian, salah satu Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Toapaya, Irwanto menyampaikan persoalan yang dihadapi para petani.

Ia menyebutkan, persoalan tata cara pembukaan lahan pertanian. Para petani menurut dia, merasa takut karena ancaman pidana bagi siapa saja yang membuka lahan dengan cara membakar.

Selain itu, soal penyaluran pupuk subsidi serta pembelian solar subsidi bagi petani. Irwanto mengatakan, petani yang sudah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah untuk pembelian solar subsidi justru tidak seindah yang dibayangkan para petani.

“Petani kita dapat kuota, tapi saat membeli di pom bensin (SPBU) selalu kehabisan tidak bisa dapat. Padahal sudah ada rekomendasi,” kata dia mempertanyakan.

Satu hal lagi yang Ia sampaikan soal keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Irwanto menyampaikan, persoalan kamtibmas menjadi momok tersendiri bagi para petani.

Irwanto menambahkan, hasil pengamatan dan pertemuan langsung dengan para petani, banyak petani yang kehilangan alat pertanian hingga hasil panen.

“Kemarin mendatangi di Rt 13 Pak Jumangin, sudah lansia kemudian pendapatannya seadanya, hasilnya pisangnya malah dicuri orang. Pak Supriyadi belum 1 tahun sudah kehilangan alat timbang dan mesin,” ungkapnya.

Merespon hal itu, Kapolsek Gunung Kijang Iptu Sugiono menyampaikan jika larangan pembakaran hutan dan lahan sudah diatur dalam undang-undang. “Terkait dengan penyaluran pupuk subsidi, kalau ada yang menyimpang silahkan laporkan agar kita tindak,” tegasnya.

Berkaitan dengan gangguan kamtibmas, Sugiono menyarankan agar selalu berkoordinasi dengan para Bhabinkamtibmas di desa/kelurahan yang ada. Jika ada gangguan kamtibmas, Sugiono menekankan agar segera dilaporkan.

“Kita punya call center 110, silahkan laporkan kalau memang ada gangguan kamtibmas diwilayah kita. Supaya kita bisa bertindak,” imbuhnya. (oxy)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here