Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad usai mengikuti shalat Idul Adha 1444 H di Lapangan Pamedan, Kota Tanjungpinang, Kamis (29/6/2023). F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad angkat bicara soal siswa SMAN 2 Tanjungpinang yang dipersulit mengambil ijazah kelulusan.

Bukan hanya dipersulit, ada juga oknum tata usaha yang melontar kata-kata yang tidak pantas.

Ansar pun meminta pihak SMAN 2 Tanjungpinang dan Dinas Pendidikan Kepri melakukan pembinaan terhadap oknum tersebut.

“Nanti saya suruh bina ya,” katanya, Kamis (29/6/2023).

Bupati Bintan 2 periode itu menuturkan, Pemprov Kepri terus mengupayakan pembagian ijazah tidak menjadi polemik setiap tahunnya.

Ansar menegaskan, Pemprov Kepri akan menjamin setiap tunggakan siswa yang akan mengambil ijazah.

“Kalau ada orang tua siswa yang betul-betul tidak mampu ambil ijazah karena harus bayar maka kita minta inventaris menjadi tanggungan pemerintah,” tegasnya.

Sebelumnya, salah satu siswa SMAN 2 Tanjungpinang angkatan 44 mengeluhkan oknum tata usaha yang mengucapkan kata tidak sopan saat akan mengambil ijazah.

“Guru ini bilang ke teman saya ngapain kuliah itu, orang tua kamu (ibu) udah gak ada, kamu tak akan mampu lah, teman saya langsung nangis dikatai kayak gitu,” katanya dikutip dari Gotv, Selasa (27/62023).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Maryanto mengatakan, sejauh ini tidak ada laporan siswa mengenai pengambilan ijazah dipersulit.

“Sejauh ini tidak ada, alasan dipersulit juga kita tidak tahu apa permasalahannya,” katanya.

Maryanto menyebut, tahun ajaran sekarang proses pengambilan ijazah kepada siswa yang ditanyakan lulus belum dapat diambil.

Karena saat ini proses pengambilan ijazah baru memasuki tahap pengambilan cap jari kepada siswa yang baru tamat.

“Semalam itu baru dilakukan proses pengambilan cap jari, belum tahap pengambilan ijazah,” ujarnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here