Puluhan penyandang disabilitas dan penyintas kanker ikuti pelatihan penyandang disabilitas dan penyintas kanker yang ditaja DPD IPSPI Kepri, Kamis (6/7/2023). F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – DPD Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Kepulauan Riau melatih 20 penyandang disabilitas dan penyintas kanker di Tanjungpinang menjadi sociopreneur, Kamis (6/7/2023).

Dalam pelatihan, IPSPI berkolaborasi dengan Yayasan Lentera Hati serta Yayasan Pejuang Kanker Indonesia dan Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina).

Ketua DPD IPSPI Kepri, Endang Suhara mengatakan, pelatihan memadukan unsur sosial dalam kegiatan bisnis.

“Kita selama ini menilai kaum disabilitas adalah kaum yang perlu dikasihani dan diberi bantuan langsung padahal tidak seperti itu mereka adalah memiliki hak sama memiliki kehidupan layak bahkan memiliki potensi yang harus kita kembangkan,” katanya, Sabtu (8/7/2023).

Kabid Pengembangan UMKM pada DiskopUKM Kepri itu berharap, pelatihan dapat membuat para penyandang disabilitas dan penyintas kanker semakin berdaya untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

Endang menuturkan, pemerintah dan masyarakat harus memberikan akses seluas-luasnya kepada penyandang disabilitas dan penyintas untuk berperan nyata di tengah-tengah masyarakat.

“Inilah sesuai dengan jargon pekerja sosial yaitu to help people to help themselves menolong orang agar orang tersebut bisa menolong dirinya sendiri,” tuturnya.

Agusnawarman, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Riau.

Sementara itu, Kepala DiskopUKM Kepri, Agusnawarman mengapresiasi DPD IPSPI Kepri yang melatih para penyandang disabilitas dan penyintas kanker.

Agusnawarman menerangkan, pengembangan pelaku UMKM merupakan program prioritas Gubernur Ansar Ahmad dan Wagub Marlin Agustina.

“Kita apresiasi kegiatan IPSPI, program pelatihan seperti ini harus diperbanyak agar semakin banyak pelaku UMKM di Kepri,” terangnya.

Agusnawarman menambahkan, sebagai dukungan kepada pelaku UMKM, DiskopUKM Kepri memiliki program bantuan modal margin nol persen.

Setakat ini sudah 1.000 pelaku UMKM memanfaatkan bantuan modal ini dengan total pinjaman Rp17 miliar.

Bukan itu saja, DiskopUKM juga menyediakan fasilitator untuk membantu pelaku UMKM yang ingin berkonsultasi mengenai pengembangan usaha dan perlindungan hak merek.

“Bapak Gubernur sangat peduli dengan pengembangan UMKM di Kepri. Silahkan manfaatkan semua fasilitas dan program yang diberikan pemerintah,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here