Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Andi Agung saat ditemui di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (6/6/2023). F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Calon siswa tahun ajaran 2023/2024 berbondong-bondong meninggalkan sekolah penyangga dan memilih masuk ke sekolah berlabel favorit.

Kondisi ini pun menyebabkan membludaknya siswa di sekolah favorit, sementara sekolah penyangga kekurangan siswa.

Di Tanjungpinang, fenomena ini bisa ditemui di SMAN 3 Tanjungpinang yang sepi, calon siswa lebih memilih masuk SMAN 1 Tanjungpinang.

Dalam sistem PPDB, terdapat 109 calon siswa yang mendaftar di sekolah ini, namun hanya sembilan siswa yang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Sementara di Kota Batam, kondisi serupa bisa ditemui di SMAN 26 Batam yang minim siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Andi Agung mengatakan, kondisi tersebut tidak lepas dari peran orang tua yang memaksakan anaknya masuk sekolah berlabel favorit.

Padahal kata Andi Agung, Pemprov Kepri telah memenuhi sarana-prasarana di tiap-tiap sekolah termasuk sekolah penyangga.

“Kenyataannya orang tua belum mau anaknya masuk sekolah itu,” katanya, Selasa (11/7/2023).

Sebelumnya, Ombudsman Kepri telah meminta Disdik Kepri tidak sembarangan mengeluarkan kebijakan penambahan rencana daya tampung (RDT) sekolah.

Ombudsman menilai, penambahan RDT tanpa memperhatikan ketersediaan ruang kelas dan fasilitas akan menyebabkan kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak efektif.

Selain itu, Ombudsman juga meminta Gubernur dan Kadisdik Kepri berkomitmen agar siswa yang sudah diterima di sekolah limpahan tetap berada di sekolah tersebut.

Kemudian Ombudsman meminta kepada satuan pendidikan tidak melakukan pungutan pada pelaksanaan PPDB.

Lagat meminta agar surat tersebut dapat menjadi rujukan dalam memutuskan perlu atau tidak penambahan RDT PPDB 2023.

”Sebagaimana lampiran surat Kepala Dinas Nomor: B/421.3/536/DISDIK, terdapat data kelebihan daya tampung sebesar 357 siswa. Padahal data lapangan menunjukkan 357 siswa tersebut sudah diterima ke SMA limpahan sesuai pilihan yang mereka pilih pada pilihan ke 2, 3 dan seterusnya seperti SMAN 15 Batam, SMAN 20 Batam, SMAN 21 Batam, SMAN 26 Batam. Oleh karenanya kami berharap saran ini dipertimbangkan,” pungkas Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, Jum’at (7/7/2023).

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here