Stok beras di Gudang Bulog Cabang Tanjungpinang. F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau mengungkapkan kebutuhan beras setiap bulannya.

Pengawas Perdagangan pada Disperindag Kepri, Andri mengatakan, setiap bulannya warga Kepri mengonsumsi 33 ribu ton beras.

“Kebutuhan sekitar 33.000 ton per bulannya. Kalau Tanjungpinang sekitar 200 ton,” katanya, Kamis (14/9/2023).

Andri menerangkan, untuk menekan kenaikan harga beras yang terjadi belakangan ini, Disperindag akan menggelar operasi pasar.

Bukan hanya Pemprov Kepri, operasi pasar juga akan dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota.

“Nanti kita akan menggelar pasar murah, masih dalam tahap perencanaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Warga Kota Tanjungpinang mengeluhkan kenaikan harga beras jenis medium dan premium yang terjadi sejak awal bulan September 2023.

Kenaikan harga beras medium terjadi direntang Rp1.500 hingga Rp2.000 per kilogramnya. Sementara beras premium lebih mahal lagi.

Salah satu konsumen di Pasar Bintan Center, Lia mengaku terpaksa membeli beras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

“Ya gimana lagi lah, kalau nggak beli beras ya nggak makan,” katanya, Selasa (12/9/2023).

Sementara itu, owner RPK Bulog di Pasar Bintan Center, Ahong mengatakan, beras medium SPHP mengalami kenaikan dari Rp49 ribu menjadi Rp57 ribu per kilogram.

Sementara itu, beras premium mengalami kenaikan harga di rentang Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram.

“Harganya mengalami kenaikan sejak awal September,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here