Sirajudin Nur, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/Humas DPRD Kepri

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Kepulauan Riau dua periode, Sirajudin Nur meminta Pemprov Kepri mengevaluasi arah kebijakan pembangunan daerah.

Pembangunan daerah harus pro kepada keadilan sosial dan merata di seluruh kabupaten/kota.

Menurutnya, saat ini ekonomi Kepri menunjukkan pertumbuhan yang baik, namun ketimpangan ekonomi antar daerah semakin tinggi.

Ketimpangan ekonomi ini sangat beragam dan meliputi perbedaan pendapatan, akses terhadap pendidikan dan pelatihan, kesenjangan akses terhadap sumber daya, serta ketidakmerataan struktur ekonomi.

Tingginya ketimpangan ekonomi berdampak luas dan memiliki konsekuensi pada ketidakstabilan sosial, ekonomi, penurunan pertumbuhan ekonomi dan gejolak sosial.

Berdasarkan data BPS tahun 2023, rasio indeks Gini atau indeks ketimpangan yang terjadi di Batam mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir.

Pada 2021, Indeks Gini Kota Batam sebesar 0.334 meningkat menjadi 0.336 pada tahun 2022. Sejak 2018, rasio indeks gini terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Saya meminta Pemda mengevaluasi ulang arah kebijakan pembangunan agar lebih pro kepada keadilan sosial dan pemerataan pembangunan,” katanya, Kamis (26/10/2023).

Untuk mengatasi ketimpangan ekonomi, Anggota Komisi IV itu menyarankan agar Pemprov Kepri membuka akses warga miskin terhadap pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

Pemprov Kepei harus memandang pembukaan akses pendidikan dan kesehatan kepada warga miskin sebagai investasi di masa depan.

Pembukaan akses dapat disertai program beasiswa, bantuan pendidikan, dan pelatihan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan mobilitas sosial dan ekonomi.

“Salah satu sektor yang penting untuk diprioritaskan adalah pendidikan. Tingkatkan akses terhadap pendidikan. Investasi dalam pendidikan yang berkualitas dan akses yang merata ke pendidikan harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here