Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara dalam wawancara bersama awak media di Gedung Daerah Tanjungpinang, Sabtu (28/10/2023). F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mewacanakan pemberian tunjangan khusus bagi guru-guru yang bertugas di daerah terpencil mulai tahun mendatang.

Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara mengatakan, pemberian tunjangan khusus itu tengah dibahas tim yang telah dibentuk.

“Tapi tempat kerja di daerah terpencil, sekarang sedang dalam perhitungan. Belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari APBD,” katanya, Sabtu (28/10/2023).

Adi menerangkan, pemberian tunjangan khusus itu sesuai dengan peraturan pemerintah.

Menurutnya, ada lima kategori pemberian tunjangan, yang salah satunya tempat kerja.

“Ada lima kriteria yang jadi ukuran diantaranya tempat kerja, kondisi kerja, beban kerja, prestasi kerja, serta pertimbangan lainnya,” tuturnya.

Sebelumya, Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur protes dengan Pemprov Kepri yang belum memberikan tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di daerah terpencil.

Menurutnya, guru yang bertugas di daerah terpencil berhak mendapatkan tunjangan khusus sesuai Permendikbud Ristek 4 Tahun 2022.

Adapun tunjangan diberikan setiap bulan selama masa penugasan dengan besaran sebesar 1 kali gaji pokok dan disalurkan setiap 3 bulan dalam 1 tahun anggaran melalui APBN.

“Praktis sejak mulai disalurkan tahun 2022, Guru-guru ASN daerah di kepri belum pernah menerima tunjangan khusus guru ini. Kita sayangkan dan sudah menyampaikan protes saat rapat kerja bersama disdik kepri minggu lalu,” tegasnya, Rabu (27/9/2023) malam.

Anggota DPRD Kepri dua periode itu pun meminta Pemprov Kepri melalui Dinas Pendidikan untuk memperjuangkan tunjangan khusus guru itu.

Baginya, Kepri secara geografis memenuhi syarat karena berada di daerah perbatasan dengan negara lain dan secara topografi terdiri dari pulau-pulau terpencil.

“Kita ini kan berada di perbatasan dengan negara lain dan topografi kita pulau-pulau terpencil, jadi tidak ada alasan guru-guru kita di pulau-pulau ini tidak mendapatkan tunjangan khusus,” terangnya.

Tak lupa, Sirajudin memberikan apresiasi kepada Kemendikbud Ristek yang telah mencanangkan program tunjangan khusus guru yang bertugas di daerah daerah khusus.

Program ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap guru-guru yang mengajar di daerah dengan tingkat kesulitan tertentu.

Ia optimis, jika Pemprov Kepri berhasil memperjuangkan tunjangan khusus ini, diyakini dapat berpengaruh terhadap kinerja dan motivasi para guru dalam mengajar.

“Selain untuk menambah penghasilan bagi guru guru yang bertugas jauh dari pusat kota, tunjangan ini juga dapat meningkatkan motivasi guru untuk mengabdi di daerah daerah terluar, terpencil di Kepri,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here