Wahyu Wahyudin, Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/Humas DPRD Kepri

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin meminta Pemprov Kepri dan kabupaten/Kota memperbanyak cold storage bahan pokok.

Wahyu mengatakan, keberadaan cold storage ini cukup penting untuk menjaga daya tahan bahan pokok semakin lama.

Bahan pokok yang rentan busuk juga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga, apalagi menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

“Saya mendorong agar Pemda memperbanyak cold storage itu sebagai penyimpanan bahan pokok sehingga tahan lama,” katanya, Kamis (2/11/2023).

Wahyu menuturkan, selain menyimpan bahan pokok milik distributor, cold storage juga bisa menampung hasil panen petani lokal yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk operasi pasar.

“Cold storage ini juga bisa membeli hasil panen petani yang nantinya dijual ke pedagang dengan harga cukup murah jika terjadi kenaikan harga,” tuturnya.

Politisi PKS itu menerangkan, cold storage juga bisa menjadi salah satu bisnis yang dikelola oleh BUMD Kepri.

BUMD Kepri dapat menyewakan cold storage kepada distributor maupun koperasi yang bergerak di bidang bahan pokok.

Dengan demikian, BUMD Kepri bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembagian dividen.

“Ini bisa menjadi core bisnis baru BUMD. Saya yakin, jika dikelola dengan baik, bisnis cold storage ini akan meningkatkan pendapatan BUMD,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Ansar Ahmad meresmikan cold storage cabai di Pelabuhan Roro Dompak, Kota Tanjungpinang, Sabtu (28/10/2023).

Cold storage berkapasitas 7,5 ton ini dibangun dari dana APBN melalui Bapanas dengan total Rp2,1 miliar dan menyimpan bahan pokok hingga tiga bulan.

“Saya mengakui Kepala Bapanas itu top dan hebat. Dalam waktu tiga bulan permintaan kita dipenuhi. Kita harus buktikan ini sukses, sehingga bisa meminta bantuan yang lain. Kita kontrol langsung cold storage cabai ini dan container untuk daging di Karimun,” katanya.

Menurut Ansar, cold storage ini sangat mendukung upaya Pemprov Kepri yang saat ini sedang getol melaksanakan gerakan tanam cabai bersama.

Menurut BPS, komoditi cabai merupakan salah satu komoditi penyumbang terbesar inflasi di Kepri.

“Alhamdulillah dari hasil neraca pangan kita, saat ini sebulan kita sudah bisa memproduksi rata-rata 600 ton, jadi masih minus lebih kurang seratus ton,” ujarnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here