Wahyu Wahyudin, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/Humas DPRD Kepri

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mendukung perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) memprioritaskan kebutuhan listrik lokal sebelum ekspor ke Singapura.

Wahyu mengatakan, ketersediaan pasokan listrik lokal ini sangat penting untuk mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kepri.

Menurutnya, pemadaman listrik akibat kekurangan daya masih kerap dikeluhkan oleh masyarakat dan pengusaha di Kepri, khususnya Kota Batam.

Keberadaan perusahaan EBT ini pun diharapkan dapat memenuhi kekurangan pasokan listrik.

“Mengingat banyak perusahaan dan masyarakat yang mengadu soal listrik yang sering mati,” katanya, Senin (6/11/2023) pagi.

Politisi PKS itu menuturkan, Pemda perlu memetakan daerah-daerah khususnya pulau-pulau yang masih kekurangan daya listrik.

Untuk memenuhi ketersediaan listrik, Pemda dapat menggandeng PLN ataupun perusahaan swasta yang mau berinvestasi.

“Pak Gubernur kan ada terobosan Kepri Terang, itu harus dipastikan pasokannya terpenuhi. Masih banyak juga pulau-pulau yang listriknya pakai genset,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Ansar Ahmad menekankan EBT untuk memenuhi kebutuhan listrik lokal sebelum ekspor ke Singapura.

Ansar mengatakan, ketersediaan listrik sangat penting untuk mendukung investasi, apalagi Kepri berada di daerah perbatasan yang banyak investasi.

“Prioritasnya kan yang ada di dalam negeri dulu. Makanya hilirisasi itu yang diutamakan di tempat kita dulu. Sebab perkembangan investasi pasti banyak,” ujarnya, Sabtu (4/11/2023) kemarin.

Ansar menyatakan dukungannya terhadap PT. Marubeni Global Indonesia yang akan ekspor listrik ke perusahaan Singapura, Tuas Power.

Ini merupakan salah satu upaya zero karbon dan hilirisasi listrik di Kepri.

“Xinyi yang ada di Rempang itu juga kita dukung, Bintan Alumina Indonesia mengejar 1000 Mega sekarang lagi jalan,” ungkapnya.

Meski begitu, realisasi rencana ekspor listrik masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Sekarang masih MOU untuk pastinya kapan belum tahu,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here