Ketua Bawaslu Bintan, Sabrima Putra. Foto oleh Sijoritoday.com/oxy

BINTAN,SIJORITODAY.com- – Istri Sekda Bintan, Elyza Riani yang merupakan caleg nomor urut 9 Partai Golkar dapil Bintan 1, sudah dua kali mangkir dari panggilan Sentra Gakkumdu terkait penyidikan dugaan tindak pidana pemilu pembagian sembako Baznas Bintan.

Ketua Bawaslu Bintan, Sabrima Putra mengatakan, pemanggilan Elyza Riani merupakan rangkaian dari proses penyidikan Sentra Gakkumdu dalam menangangi dugaan tindak pidana pemilu.

Baca juga : Bawaslu Bintan Harus Tegak Lurus, Tangani Kasus Sembako Baznas

Mangkirnya Elyza, Putra menjelaskan alasan karena pada saat pemanggilan yang bersangkutan sedang tidak sehat. “Alasannya karena sedang tidak sehat, sudah dua kali (pemanggilannya) tidak datang,” ungkap Putra, Minggu (21/1) kemarin.

Ia menegaskan, meski tidak datang proses penanganan dugaan tindak pidana pemilu pembagian sembako Baznas yang diduga berisi kartu nama Elyza terus berlanjut. Bahkan, Sentra Gakkumdu sudah memanggil 30 lebih orang saksi terkait perkara ini.

“Batas akhirnya Rabu 24 Januari 2024, kita akan memutuskan perkara pidana pemilu ini,” sebut Putra.

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu Bintan dalam menangani temuan pembagian sembako Baznas yang terselip bahan kampanye berupa kartu nama Elyza Riani menemukan adanya dugaan tindak pidana pemilu.

Baca Juga : Melanggar Aturan Netralitas, Camat dan RT Akan Diberi Sanksi

Bawaslu Bintan pun meregister temuan dugaan tindak pidana pemilu tersebut ke Sentra Gakkumdu pada 5 Januari 2024. Sesuai amanah undang-undang pemilu, Sentra Gakkumdu diberikan waktu selama 14 hari kerja untuk memutuskan perkara tersebut. (oxy)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here