Riki Rionaldi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/istimewa

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pelaku UMKM di Provinsi Kepulauan Riau sangat antusias mengajukan kredit UMKM bunga nol persen ke Bank Riau Kepri (BRK) Syariah.

Diketahui, sejak diluncurkan pada 24 Januari 2024, sebanyak 280 pelaku UMKM sudah mengusulkan pengajuan kredit ke BRK Syariah per Februari 2024.

Dari ratusan pengajuan ini, sebanyak 25 pelaku UMKM diantaranya sudah menerima kredit bunga nol persen.

“Alhamdulillah, 25 pelaku UMKM sudah menerima kredit, sementara 255 pelaku UMKM lainnya masih proses,” kata Riki Rionaldi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Kepri, Jum’at (15/3/2024) pagi.

Riki mengungkapkan, kredit bunga nol persen merupakan program unggulan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad untuk membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha.

Melalui program ini, pelaku UMKM mendapatkan kredit dari BRK Syariah tanpa bunga karena bunganya disubsidi oleh Pemprov Kepri.

Program ini pun disambut baik oleh pelaku UMKM, sebanyak 1.133 pelaku UMKM telah menikmati program ini sejak pertama kali diluncurkan pada 2021 lalu.

“Sebanyak Rp21.781.000.000 telah disalurkan kepada 1.133 pelaku UMKM sejak tahun 2021,” ujarnya.

Riki yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Disperindag Kepri itu optimis, kredit bunga nol persen akan merangsang pertumbuhan UMKM di Kepri.

Dengan kredit ini, pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha dan memperluas promosi produknya.

“Dengan kredit ini, pelaku UMKM dapat membeli fasilitas penunjang usaha dan melakukan promosi sehingga usahanya semakin berkembang. Mereka tidak khawatir soal bunga, karena disubsidi Pemprov Kepri,” imbuhnya.

Para pelaku UMKM mengikuti bazaar di Kota Tanjungpinang. F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berulang kali mengajak pelaku UMKM memanfaatkan program ini.

Menurut Ansar, pelaku UMKM sangat berkontribusi terhadap perekonomian Kepri. Sebab itu, ia menaikkan plafon pinjaman dari Rp20 juta menjadi Rp40 juta.

“Untuk meringankan beban serta menaikkan daya saing para pelaku UMKM, manfaatkanlah program ini. Pelaku UMKM cukup membayar pokok pinjaman. Seluruh bunga ditanggung Pemprov,” ujarnya.

Ansar pun mengingatkan pelaku UMKM untuk tidak melewatkan kesempatan ini dan segera mengajukan kredit ke BRK Syariah.

Gubernur yang pernah menjabat Bupati Bintan dua periode ini optimis, ekonomi Kepri akan berangsur pulih pasca pandemi dengan kredit bunga nol persen.

“Kami berharap dengan adanya kenaikan plafond pinjaman ini, para pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, dan inovasi produknya,” harapnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here