Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memukul gong tanda dimulainya Musrenbang RKPD 2025 di Aula Wan Seri Beni, Rabu (27/3/2024). F:Sijoritoday.com/istimewa

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2025 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Rabu (27/3/2024).

Musrenbang dibuka langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Ansar mengatakan, Musrenbang 2025 menetapkan tema “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan Dalam Akselerasi Peningkatan Ekonomi Kerakyatan”.

“Tema akan menjadi rujukan untuk dijabarkan ke dalam tiga prioritas pembangunan daerah tahun 2025 yaitu optimalisasi potensi perekonomian daerah, pembangunan infrastruktur wilayah, serta pembangunan manusia yang berkualitas dan berbudaya,” katanya.

Kemudian terkait capaian indikator makro ada dua indikator yang menjadi perhatian penting oleh seluruh OPD.

“Angka indeks gini ratio masih diangka 0,34, saya berharap dalam pembahasan tematik nanti lebih banyak program-program yang diarahkan kepada usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat agar tingkat disparitas pendapatan antar masyarakat secara cluster bisa dapat kita kurangi tingkat kesenjangannya,” pesannya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad foto bersama peserta Musrenbang RKPD 2025 di Aula Wan Seri Beni, Rabu (27/3/2024). F:Sijoritoday.com/istimewa

Sejalan dengan arahan Gubernur itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Kepri pun mengusulkan tiga program rutin dan lima program unggulan.

Kepala DiskopUKM Kepri, Riki Rionaldi mengatakan, lima program yakni pemberdayaan UMKM, pengembangan UMKM, pemberdayaan dan perlindungan koperasi, pelayanan izin usaha simpan pinjam, dan program pengawasan dan pemeriksaan koperasi.

Jumlah program ini masih sama dengan tahun 2024, namun meningkat untuk jumlah kegiatan dan sub kegiatan.

“Kita mengusulkan 3 program rutin dan 5 program unggulan yang terdiri 17 kegiatan dan 62 sub kegiatan dengan pagu Rp38.391.570.897,” ungkapnya.

Selain itu, Riki yang juga pernah menjabat Sekretaris Disperindag itu menambahkan, DiskopUKM mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Rp3.556.579.060 pada tahun 2024.

DAK Non Fisik ini digunakan untuk pelaksanaan program percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di tujuh kabupaten/kota.

“DAK Non Fisik kita gunakan untuk kegiatan pelatihan vokasional, kewirausahaan, teknologi digital, perkoperasian, layanan pendampingan, layanan pendampingan dan bantuan hukum bagi pelaku UMKM,” tambahnya.

DiskopUKM Kepri juga telah melaksanakan dua program super prioritas di tahun 2024 yakni peningkatan kapasitas tenaga pendamping dan penguatan daya saing UMKM dan koperasi.

Diketahui, beberapa waktu lalu, DiskopUKM Kepri berkolaborasi dengan Bank Indonesia Kepri dan KemenkopUKM melakukan pelatihan bagi 28 tenaga pendamping se-Kepri di Kota Batam.

Pelatihan ini bertujuan agar tenaga pendamping memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dan koperasi secara optimal.

“Kita sudah laksanakan di Batam, Saya kumpulkan 28 orang se-Kepri di Batam dengan narasumber-narasumber hebat disupport Bank Indonesia Kepri dengan mentor-mentor dari KemenkopUKM,” imbuhnya. (*)

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here