Sijori Today

Kepri Punya 3 Juta Hektar Kawasan Konservasi Laut, Setara 10 Persen Nasional

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Said Sudrajat berkunjung ke Pulau Nikoi. F:Sijoritoday.com/istimewa

BINTAN,SIJORITODAY.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan lahan laut seluas 3 juta hektar untuk dijadikan kawasan konservasi.

Luasan ini setara dengan 10 persen dari target konservasi laut nasional yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni sebesar 30 juta hektar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Said Sudrajat mengatakan, sampai saat ini sudah ada enam kawasan konservasi di wilayah Kepri dengan luas hampir tiga juta hektar.

Tiga di antaranya telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP).

“Kita ini punya enam kawasan konservasi laut dengan luas 2,9 juta lebih, hampir tiga juta hektar,” katanya di Pulau Nikoi, Kabupaten Bintan beberapa waktu lalu.

Dari enam kawasan tersebut, dua di antaranya dikelola oleh Pemprov Kepri, yaitu Bintan 1 di Pulau Nikoi dan Bintan 2 di Pulau Tambelan.

Satu kawasan lainnya, yaitu Konservasi Anambas, dikelola langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sementara itu, tiga kawasan lain masih dalam proses pengajuan legalitas ke KKP.

“Yang tiga belum, sedang dalam proses. Tapi datanya lengkap dan sudah kami usulkan ke kementerian. Mudah-mudahan dalam tahun ini bisa ditetapkan,” ujarnya.

Ilustrasi

Adapun kawasan konservasi yang dikelola Pemprov Kepri tersebar di sejumlah titik, di antaranya perairan timur Kabupaten Bintan, kawasan Galang-Rempang di Kota Batam, Serasan di Kabupaten Natuna, serta Pulau Tiga dan Desa Penaah di Kabupaten Lingga.

“Dari tiga juta itu, kalau dibandingkan dengan target nasional kan 30 juta. Jadi Kepri ini menyumbangkan 10 persen dari kawasan-kawasan konservasi,” jelas Said.

Said menambahkan, langkah ini merupakan bentuk kontribusi daerah dalam mendukung target konservasi nasional serta upaya menjaga kelestarian ekosistem laut dan mendorong potensi ekonomi biru di wilayah perairan Kepri.

“Kita di Kepri sudah ada komitmen bersama-sama, karena kita negara kepulauan, maka konsepnya adalah laut mensejahterakan darat. Karena itu adalah sumber yang paling besar untuk pendapatan ekonomi dan negara ini kan sumber dari laut lebih besar daripada dari daerah,” imbuhnya. (Oxy)

Exit mobile version