TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad berpesan agar pembangunan estuari dam di Kabupaten Bintan tidak merugikan nelayan.
Ia mengungkapkan bahwa telah meminta konsorsium melakukan kajian untuk meminimalisir dampak pembangunan dam ke nelayan.
“Saya minta mereka buat kajian, nelayan-nelayan yang menjadikan tempat itu sebagai ground fishing mereka. Barangkali nanti ada alternatif yang bisa diberikan kepada nelayan yang alat tangkapnya lebih baik,” katanya, Senin (23/6/2025).
Gubernur Kepri dua periode itu menjelaskan, pembangunan dam Bintan merupakan jawaban atas kebutuhan air 10 tahun yang akan datang.
“Kita membutuhkan air, saya kira 5-10 tahun ke depan kita akan kewalahan,” jelasnya.
Ansar menambahkan, pembangunan dam Bintan berbeda dengan konsep yang ia pikirkan yakni akan menenggelamkan 10 Desa.
Ia berharap, pembangunan dam Bintan tidak menenggelamkan wilayah daratan di sana.
“Awalnya kita berpikir konsepnya seperti dulu, ada 10 Desa digenangi air. Tapi ternyata tidak seperti itu, sekarang skalanya diperkecil dan mereka hanya butuh lahan beberapa hektar,” tambahnya.
Penulis: Nuel
