TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Sejumlah pelaku UMKM sumringah meraup untung berkali lipat di area perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XI Provinsi Kepulauan Riau di Pelataran Tugu Sirih, Kawasan Gurindam 12.
Salah satu pelaku UMKM, Vira mengatakan, selama perhelatan STQH XI Kepri, penjualannya meningkat drastis dibanding dengan biasanya.
“Alhamdulillah lancar. Melalui bazaar ini kami dapat memperkenalkan produk UMKM khas Kepri kami kepada masyarakat,” katanya.
Tidak hanya warga Tanjungpinang, kafilah dan peserta STQH bahkan wisatawan cukup banyak membeli produk yang ia jual.
“Bahkan ada juga beberapa wisatawan dari mancanegara. Dari Singapura dan Malaysia singgah ke stand kami,” tambah Vira sembari bersyukur.
Penyelenggaraan STQH XI juga disambut antusias masyarakat. Nurul misalnya.
Warga Tanjungpinang memanfaatkan bazar dan pameran STQH XI untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.
“Saya ajak keluarga untuk menghabiskan akhir pekan di sini. Selain senang mendengarkan lomba mengaji, bisa juga berkeliling melihat pameran, membeli jajanan dan kopi di stand,” pungkasnya.
Tak hanya, dari sisi UMKM saja, pergerakan ekonomi pada penyelenggaraan STQH ini juga dirasakan para pengemudi atau pengendara Ojek Online di kota Tanjungpinang.

Ari, salah satu pengemudi Ojek Online merasa ketiban rezeki dari perhelatan STQH ini.
Ia mengakui adanya peningkatan jumlah penumpang dari dan ke Tepi Laut pada pelaksanaan STQH ini.
“Alhamdulillah, sejak ada STQH ini penumpang ada ada saja. Biasa paling banyak lima trip ke sini. Kemarin minggu bisa lebih, karena ramai orang ke sini,” ujar Ari.
Kegiatan pameran dan bazaar produk-produk UMKM menyemarakkan perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XI Provinsi Kepulauan Riau di Kota Tanjungpinang.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kepri, Riki Rionaldi menambahkan, STQH XI Kepri harus dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk membangun jaringan usaha.
Para pelaku UMKM diminta untuk aktif mengenalkan dan mempromosikan produk-produknya ke konsumen.
Selain itu, para pelaku UMKM juga dapat berdiskusi terkait strategi pengembangan usaha.
“Setiap ajang seperti ini menjadi momentum bagi pengusaha UMKM untuk berinteraksi dengan calon pembeli. Ini juga momentum bagi pengusaha untuk berinteraksi dan berkolaborasi antar daerah, apalagi ada dari Dinas Pariwisata, Dekranasda, Disperindag, dan Bank Indonesia,” tambahnya.
Penulis: Nuel
