ANAMBAS,SIJORITODAY.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kepulauan Riau, Marzuki mengapresiasi Pemprov Kepri yang menganggarkan beasiswa bagi calon dokter spesialis.
Marzuki mengatakan, beasiswa ini akan menjawab kebutuhan dokter spesialis yang selama ini masih minim, khususnya di rumah sakit terdepan.
“Saya menyambut baik rencana pemberian beasiswa untuk dokter spesialis karena memang sangat dibutuhkan oleh beberapa RSUD di daerah terdepan,” katanya, Sabtu (5/7/2025).
Anggota Komisi II itu juga menyepakati adanya klausul wajib mengabdi selama 20 tahun bagi dokter spesialis.
Menurutnya, klausul ini sebagai hubungan timbal balik antara dokter spesialis dan Pemprov Kepri serta Kabupaten/Kota sebagai pemberi beasiswa.
“Klausul wajib mengabdi selama 20 tahun juga sudah bagus sebab banyak kejadian setelah menjadi dokter spesialis mereka mengajukan pindah tugas makanya langkah yang diambil dinilai tepat karena pemberian beasiswa spesialis itu bertujuan memenuhi kekurangan dokter spesialis di Kepri,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Ansar Ahmad mengungkapkan bahwa Pemprov Kepri akan membiayai pendidikan 51 kandidat dokter spesialis dan subspesialis. Sementara itu, pemerintah kabupaten/kota akan membiayai 25 orang sisanya sesuai kesepakatan awal.
Pembiayaan ini untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter spesialis dan subspesialis di sejumlah rumah sakit daerah.
“Alhamdulillah, hasil pertemuan kita dengan beberapa kementerian di Pemerintahan Pusat disambut dengan sangat positif. Para menteri sepakat akan membantu melalui dukungan anggaran untuk program beasiswa PPDS ini,” katanya, Kamis (3/7/2025) lalu.
Ansar menjelaskan, kebutuhan minimal dokter spesialis di setiap kabupaten/kota mencakup empat spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang.
“Dengan demikian, layanan kesehatan primer dan lanjutan di Kepri diharapkan dapat lebih optimal,” harapnya.
Ansar juga secara khusus menyoroti Kota Tanjungpinang dan Batam sebagai dua daerah yang perlu segera dipenuhi kebutuhan dokter spesialisnya.
“Pasalnya, dua kota ini menjadi rujukan utama layanan kesehatan masyarakat di Kepri,” ungkapnya.
Ansar meminta agar kuota beasiswa ini diharapkan dapat diprioritaskan bagi putra-putri daerah. Hal ini bertujuan agar para dokter nantinya kembali mengabdi di daerah asal setelah menempuh pendidikan spesialis.
“Ini bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. Kita ingin masyarakat Kepri bisa mendapatkan layanan dokter spesialis tanpa harus berobat ke luar daerah,” terangnya.
Penulis: Asril
Editor: Nuel
