Bupati Kepulauan Anambas, Aneng saat menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah dan alat tulis kepada siswa MTs Al Ma’arif di Kecamatan Jemaja, Sabtu (22/11/2025) siang. F: Sijoritoday.com/Ishak

ANAMBAS,SIJORITODAY.com – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah dan alat tulis kepada siswa MTs Al Ma’arif di Kecamatan Jemaja, Sabtu (22/11/2025) siang.

Kegiatan ini menjadi bukti perhatian pemerintah daerah dan swasta terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan di Anambas, terutama bagi sekolah yang masih membutuhkan dukungan fasilitas.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi tanggung jawab bersama,” katanya.

Aneng menegaskan, upaya membantu MTs Al Ma’arif tidak bisa dilakukan secara individual.

Ia berkomitmen menggandeng berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Anambas.

“Saya akan terus merangkul perusahaan-perusahaan untuk ikut membantu MTs Al Ma’arif,” ucapnya.

Ia juga menanggapi iuran bulanan Rp50.000 dari wali murid. Menurutnya, partisipasi tersebut patut diapresiasi, namun pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan tetap harus hadir untuk meringankan beban orang tua.

Pada kesempatan itu, Aneng menyatakan komitmennya menyumbangkan Rp2.500.000 dari gaji pribadi setiap bulan untuk membantu pembayaran gaji tenaga pendidik di MTs Al Ma’arif.

“Hari ini saya berkomitmen menyisihkan gaji saya untuk membantu guru-guru di MTs ini. Dengan keikhlasan, semoga berkah dan bermanfaat” ucapnya.

“Nanti pada 1 Januari tahun depan, saya pribadi akan menyumbangkan Rp2.500.000 setiap bulan. Semoga akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Aneng juga mengajak masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan untuk ikut mendukung pendidikan agama di Anambas.

“Mari kita ulurkan tangan dengan ikhlas. Jika kita bersungguh-sungguh, jalan terbaik akan terbuka untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia mencontohkan keberadaan salah satu perusahaan, Kufpec, yang ikut berkontribusi. Ke depan, ia memastikan akan kembali mengajukan bantuan ke perusahaan lainnya.

Menurut Aneng, MTs Al Ma’arif saat ini memiliki sekitar 30 siswa. Sejumlah kebutuhan operasional sekolah juga telah ia bantu menggunakan gajinya pribadi. Namun ia menegaskan masih banyak kebutuhan lain yang belum terpenuhi.

“Karena pemerintah belum bisa langsung menganggarkan, maka saya akan mendatangi perusahaan-perusahaan yang bersedia membantu,” ujarnya.

Aneng menyebut sekolah berbasis agama merupakan pondasi pembentukan karakter generasi muda.

“Jika sekolah agama tertinggal, seolah kita membiarkan anak-anak tidak punya pilihan selain masuk sekolah umum. Ini harus kita cegah. Mari kita kembangkan pendidikan agama di Anambas,” imbuhnya.

Penulis: Ishak
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here