NATUNA,SIJORITODAY.com – Warga Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna mengeluhkan distribusi minyak tanah di daerah tersebut.
Salah satu warga mengatakan, warga hanya diberi waktu dua hari untuk membeli jatah minyak dengan menggunakan kupon.
“Kalau terlambat sedikit saja, petugas bilang minyaknya sudah habis,” ujarnya.
Namun, warga tersebut menduga bahwa stok minyak sebenarnya masih tersedia.
Ia menyebut ada indikasi minyak tersebut kemudian dijual kembali dengan harga sekitar Rp5.000 per liter, jauh di atas harga yang seharusnya diterima masyarakat melalui program subsidi.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memeriksa dugaan penyimpangan tersebut.
“Kami menilai pengawasan distribusi harus diperketat agar masyarakat benar-benar menerima haknya,” tuturnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, kami masih berupaya melakukan konfirmasi ke pihak Desa Limau Manis dan instansi terkait lainnya.
Penulis: Evan
Editor: Nuel
