BATAM,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengapresiasi Pemprov Kepri yang melindungi nelayan dan petani dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, dengan dilindungi BPJS Ketenagakerjaan, nelayan dan petani tidak lagi takut dalam bekerja.
“Alhamdulillah, terima kasih Pemprov Kepri telah melindungi nelayan dan petani. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, nelayan dan petani akan tenang mencari nafkah untuk keluarga,” katanya, Rabu (10/12/2025).
Anggota DPRD Kepri dua periode itu meminta agar OPD terkait melakukan pendataan lebih mendalam agar semua nelayan dan petani mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
“Saya minta pendataannya lebih mendalam lagi agar semua petani dan nelayan mendapat fasilitas yang baik ini,” pintanya.
Wahyu juga berpesan agar nelayan dan petani yang tinggal di Kota Batam juga mendapat fasilitas ini.
“Program ini harus merata di seluruh Kabupaten/Kota. Saya mendapat informasi bahwa yang di Kota Batam tidak mendapat karena udah ditanggung oleh Pemko Batam,” pesannya.
Sebelumnya, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan bahwa 42 ribu nelayan dan petani mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menyebut, iuran BPJS Ketenagakerjaan nelayan dan petani itu seluruhnya dibiayai melalui APBD Provinsi Kepri.
Ansar menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja sektor maritim dan agrikultur yang setiap hari menghadapi risiko tinggi.
“Nelayan pergi pagi-pagi ke laut. Kita harus menjaga mereka,” tegasnya.
Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, peserta yang meninggal dunia saat bekerja berhak atas santunan Rp70 juta, serta beasiswa pendidikan untuk dua anak hingga jenjang sarjana (S1).
Sementara untuk peserta yang meninggal karena sakit biasa, keluarga tetap menerima santunan Rp42 juta, dengan beasiswa pendidikan bagi dua anak apabila peserta terdaftar minimal tiga tahun berturut-turut.
Tahun ini, Pemprov Kepri telah menyiapkan anggaran hampir Rp10 miliar untuk membiayai program perlindungan tersebut.
Ansar memastikan bahwa cakupan perlindungan bagi pekerja sektor informal akan terus diperluas.
“Kita ingin memastikan keluarga nelayan dan petani tetap terlindungi. Anak-anak mereka harus tetap bisa sekolah, bahkan sampai perguruan tinggi,” tutupnya.
Penulis: Sunar
Editor: Nuel
