TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Ratusan rumah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk sejumlah keperluan rumah tangga. Seperti yang dialami ratusan kepala keluarga (KK) yang bermukim di Perumahan Pinangmas Residence, Jalan Raja Haji Fisabilillah KM 8 atas, RT 02/RW 01 Kelurahan Batu 10, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Air untuk kebutuhan hidup mereka tidak lagi mengalir ke rumah-rumah warga.
Warga menyebut, kondisi tersebut sudah terjadi sejak bulan Oktober 2025 – Januari 2026. Tidak tersediannya air bersih di perumahan mereka bukan akibat musim kemarau. Namun pengelolaan kebutuhan air untuk warga di Pinangmas Residence oleh pihak pengembang diserahkan pada pihak pengelola air.
Sudah 4 bulan berjalan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari – hari, warga terpaksa membeli air tangki dari luar dengan harga Rp. 60.000, (enam puluh ribu rupiah) per tangki dan hanya bertahan selama 3 hari.
“Wah parah ini, tinggal di perumahan Pinangmas susah air. Sudah 4 bulan tidak ngalir,” kata pandi salah satu warga yang tinggal di perumahan Pinangmas Residence pada Minggu (01/02/2026).
Sejumlah warga sudah menanyakan kondisi ketersediaan air pada pihak CV Ridho Drilling sebagai pengelola air di perumahan Pinangmas Residence. Pihak pengelola air beralasan mesin penyedot air tanah untuk disalurkan ke tangki – tangki penampung air dalam kondisi rusak dan pihak pengelola tidak memiliki dana untuk memperbaiki mesin pompa tersebut.
“Kata pengelola, mesin sedot air rusak, tarif air harus naik baru bisa diperbaiki,” tambah Pandi.
Warga lain yang tidak bersedia indetitasnya disebutkan mengungkapkan, dirinya terpaksa membeli pompa air lantaran kondisi air yang tidak lancar. Dengan menggunakan pompa, air bisa ditampung di tandon untuk digunakan beberapa hari.
“Air ngalirnya kecil bang, kalau tak pakai pompa air nggak dapat air kita,” katanya pada media sijoritoday.com Minggu (01/02/2026).

“Kita rapat bersama korlap dan sejumlah warga, menyampaikan rencana kenaikan tarif air, tapi warga menolak,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (01/02/2026).
Totok mengatakan, dia sempat meminta dana pemeliharaan pada Pinangmas Residence sebesar Rp. 24.000.000 (Dua puluh empat juta rupiah) yang akan digunakan untuk memperbaiki mesin penyedot yang rusak. Namun pihak Pinangmas tidak bersedia menyediakan dana tersebut.
“Kemarin sempat pengelolaan air saya kembalikan pada pihak Pinangmas, tapi info dari Bayu, warga sudah setuju dengan kenaikan tarif dan berharap pihaknya kembali sebagai pengelola. Ini kami lagi usahakan insyaallah minggu depan ini air sudah normal seperti biasa,” ucapnya.
Namun Totok tidak menyampaikan berapa kenaikan tarif air per kubik yang ditetapkan meski sebagian warga telah sepakat.
Editor : fis
