Sijori Today

Bintan Regatta ke-4 Dimulai, David Steel Berhasil Arungi Selat Singapura ke Bintan

Petinggi BRC dan tamu undangan ketika menyambut kedatangan peserta Bintan Regatta ke-4 tahun 2026 yang tiba di Marina Bintan Resort, Jum'at (3/4) siang. Foto oleh Sijoritoday.com/oxy

BINTAN,SIJORITODAY.com – Event Bintan Regatta ke-4 kembali menjadi ajang yang menarik banyak perhatian. Pada tahun ini, konsep yang mengusung tajuk Passage Race menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta olahraga kapal layar.

David Steel, asal USA dan crewnya berhasil menjadi yang tercepat setelah mengarungi selat Singapura menuju Bintan. Ketika tiba di Marina Bintan Resort, David Steel mengungkapkan nuansa perjalanan melintas kedua negara.

“Cuaca sangat cerah, angin cukup untuk mendorong kapal (yatch) kami sampai kesini (Bintan),” ungkap David.

Bintan Regatta ke-4 akan digelar hingga Minggu (5/4) mendatang. Para pecinta kapal yatch akan berpacu mengarungi lautan Bintan untuk menikmati wisata bahari pulau Bintan.

Kompetisi Bintan Regatta seperti tahun sebelumnya masih akan mempertandingkan kelas PY, dan Multihull mencakup enam tahapan rangkaian lomba untuk diselesaikan dalam dua hari berturut-turut dari tanggal 3 hingga 5 April dan diikuti oleh sembilan kapal layar.

Jamuan makan malam penyambutan, dimeriahkan dengan hiburan musik dan tari Melayu, sebagai bagian dari pengalaman khas berwisata di Pulau Bintan akan berakhir pada hari minggu dengan acara penyerahan hadiah, menutup kemeriahan ajang kompetisi perahu layar internasional itu.

Bintan Resorts bersama Changi Sailing Club untuk pertama kalinya akan memberikan apresiasi khusus kepada kapal layar yang berhasil tiba lebih cepat di Marina Bintan Resorts, Bintan Utara sebagai titik sandar setelah bertolak dari Singapura pada Jumat (3/4), Mereka kemudian akan memulai rangkaian utama perlombaan pada hari berikutnya yaitu 4 hingga 5 April di wilayah perairan Utara Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau ini.

Mengandalkan sepenuhnya pada arah serta kekuatan angin, para pecinta kapal layar tanpa mesin ini dituntut untuk mengandalkan strategi, ketahanan, serta kepiawaian navigasi dalam menaklukkan jalur pelayaran yang telah ditentukan sebagai tantangan, guna mengumpulkan poin terbaik sepanjang perlombaan.

Menurut Raja Azmizal Usman, Head Commercial Bintan Resorts, salah satu daya tarik utama Bintan Regatta adalah destinasi Pulau Bintan yang mampu memberikan pengalaman menyeluruh kepada para pelayar yang berasal dari berbagai latar belakang kebangsaan seperti Polandia, Irlandia, Perancis, Australia, Singapura, Cina termasuk Indonesia.

“Mereka tidak hanya mencari tantangan sebuah tujuan pelayaran, namun juga destinasi wisata bahari yang sarat dengan unsur keindahan alam, dan pengalaman eksplorasi yang berkesan, terutama menyaksikan sebuah Festival Jong yang menjadi bagian istimewa Bintan Regatta,” terangnya.

Lebih lanjut, Choy Yi Hong, General Manager Changi Sailing Club berbasis di Singapura, yang diajak berkolaborasi oleh Bintan Resorts dalam mempromosikan event Bintan Regatta ini kepada komunitas kapal layar, menyampaikan bahwa adanya Festival Jong, yaitu pacu perahu layar tradisional khas masyarakat Melayu pesisir, menjadi salah satu alasan mengapa Bintan Regatta terus memiliki tempat tersendiri di hati partisipan.

“Antusiasme inilah yang terus menjadi semangat diselenggarakannya kembali tradisi Festival Jong bersamaan dengan kegiatan Bintan Regatta yang rata-rata pesertanya adalah dari mancanegara,” ungkapnya.

Kehadiran ajang Bintan Regatta ini diharapkan dapat semakin memperkenalkan pesona bahari Pulau Bintan serta membuka lebih banyak peluang bagi pengembangan potensi kegiatan wisata berbasis maritim di masa mendatang ke Pulau Bintan.

“Dengan target 2,7 juta kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau pada tahun 2026, kami terus mendorong dan mendukung penuh penyelenggaraan event-event bermutu yang mampu menarik kedatangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, seperti Bintan Regatta. Bobot budaya seperti Festival Jong juga kami integrasikan sebagai satu kesatuan dalam upaya memperkuat promosi dan keunikan budaya yang dimiliki Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Hasan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri. (oxy)

Exit mobile version