BINTAN,SIJORITODAY.com – Direktur BUMD Bintan, Mukhamad Rofik kini sudah berhasil membawa PT Bintan Inti Sukses (BIS) yang semula merugi, mulai untung. Dalam kurun waktu 28 bulan, ekuitas perusahaan naik Rp5,39 miliar.
Semula menjabat, perusahaan plat merah tersebut tercatat sudah merugi hingga Rp 5 miliar. Hal ini dicatat melalui modal awal perusahaan yang awalnya sebesar Rp 18,7 miliar, kala itu hanya tercatat Rp 13,7 miliar.
Dibawah kendalinya, keuangan PT BIS membaik. Di tahun 2024 perusahaan itu berhasil mencetak laba bersih Rp2,35 miliar.
Keuntungan itu sudah melalui proses audit oleh auditor independen Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dengan opini wajar, lalu tahun 2025 laba bersihnya Rp 2,48 miliar yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Irfan Abdulrahman Hasan Salipu & Darmawan dengan opini wajar.
“Sampai akhir Mei 2026 laba bersihnya Rp. 562 juta. Sehingga dalam waktu 2 tahun 4 bulan (28 bulan) mencetak laba bersih dengan total Rp 5,39 miliar,” ungkap Rofik, Kamis (11/6/2026).
Ia yakin, sampai akhir tahun 2026 BUMD Bintan mampu mencetak laba bersih Rp 1,2 miliar. Optimis dapat menyetorkan deviden kepada pemegang saham Rp 1 miliar.
“Mulai awal tahun 2027 PT BIS BUMD Bintan diharapkan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) berupa deviden Rp. 1 miliar berasal dari laba bersih tahun 2026. Dan setiap tahunnya semoga meningkat terus,” harap Rofik yang selama 19 tahun berkecimpung dalam dunia industri yang berbeda-beda mulai dari Santan Kara, pariwisata di Lagoi, serta media massa dan penyewaan aset serta pengelolaan pasar.
Ia menjelaskan, capaian ini berkat dukungan pemegang saham yaitu Bupati Bintan, Sekretaris Daerah (Sekda), Kabag Ekonomi selaku Pembina, bimbingan dan arahan Komisaris, Inspektorat Kabupaten Bintan, serta pendampingan Kejaksaan Negeri Bintan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam, serta berbagai pihak yang tidak dapat disebutkannya satu persatu.
“Dan yang menjadi kunci adalah kekompakan karyawan,” klaimnya. (oxy)
