BATAM,SIJORITODAY.com – Tokoh Maritim Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin menyampaikan turut berdukacita atas tenggelamnya KM Virgo di Laut Jawa, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026).
“Saya turut berdukacita. Semoga korban yang hilang segera ditemukan,” ucapnya di Batam.
Wahyu mendorong agar pemerintah segera memperluas wilayah pencarian agar korban yang hilang cepat ditemukan.
“Pemerintah harus terjunkan seluruh armada yang ada dan wilayah pencariannya diperluas,” ujarnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri itu juga meminta kemalangan ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memastikan keselamatan pelayaran ke depannya.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan peringatan cuaca dipatuhi oleh operator kapal.
Selain itu, kapal juga harus laik berlayar dan tidak memuat penumpang melebihi kapasitas.
“Saya belum mendapat penyebabnya apa, tapi ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya di Kepri agar ke depannya seluruh kapal laik jalan, tidak melebihi muatan, dan patuh pada peringatan cuaca,” harapnya.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto memaparkan, insiden tersebut bermula ketika kapal mendadak mengalami kondisi listing dan terputus dari komunikasi di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa) pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Merujuk manifest resmi, kapal naas ini mengangkut total 243 jiwa, terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet, dengan muatan mencapai 89 unit kendaraan.
“Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KM. Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi,” ujar Heri Purwanto, dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (13/9/2026).
Di lini lapangan, operasi SAR gabungan yang dikomandoi BASARNAS Banjarmasin langsung bergerak agresif.
Evakuasi turut dibantu oleh sejumlah kapal niaga yang melintas di sekitar titik kejadian, yakni KM. Hai Da, MT. Mau Ha, dan TB. TCP.
“Dari proses penanganan awal tersebut, sebanyak 115 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat maupun mendapatkan perawatan medis, sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung,” ungkapnya.
Kendati demikian, otoritas pelabuhan belum dapat memastikan faktor pemicu utama kecelakaan ini. Baik unsur cuaca dan alam, kendala teknis mesin, human error, hingga dampak ikutan terhadap muatan, potensi pencemaran lingkungan, maupun kerugian material, saat ini masih berada dalam tahap investigasi dan pendalaman mendalam oleh tim ahli.
“KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progress di lapangan,” tutupnya.
Penulis: Evan
Editor: Nuel
