TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengapresiasi kunjungan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani dan rombongan ke Kabupaten Natuna pada Rabu (30/9/2026) kemarin.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian MPR RI ke Kepri lewat kunjungan pak Ahmad Muzani ke Natuna,” ucapnya, Kamis (1/10/2026).
Wahyu menaruh harapan, dengan mengunjungi Natuna, pemerintah pusat bisa mengetahui kondisi terkini daerah.
Dengan demikian, pemerintah pusat bisa memformulasikan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Pemerintah pusat harus betul-betul memperhatikan Kepri. Natuna penghasil Migas, Batam pusat industri, dan kita punya perairan yang menjadi pusat pelayaran di dunia,” harapnya.
Saat berkunjung ke Natuna, Ahmad Muzani meninjau Kampung Nelayan Merah Putih dan Sekolah Rakyat.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung pembangunan dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat di wilayah perbatasan.
Saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Cemaga Utara, Muzani mengapresiasi fasilitas yang tersedia. Menurutnya, kawasan tersebut telah dilengkapi berbagai sarana yang dapat mendukung aktivitas dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan.
“Di Kampung Nelayan Merah Putih kami melihat bangunannya cukup bagus, kokoh, representatif, dan fasilitasnya sangat lengkap. Mulai dari perbaikan kapal, pabrik es, tempat pelelangan, hingga tempat pertemuan dan fasilitas perbaikan kapal tersedia,” ujarnya.
Muzani menyebutkan keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu nelayan dalam mengelola dan memasarkan hasil tangkapan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
“Harapannya ke depan nelayan kita akan lebih baik, lebih maju, lebih makmur. Mereka tidak lagi mengalami kesulitan dalam melelang, menyimpan, maupun menjual hasil tangkapan. Dengan begitu, pendapatan para nelayan diharapkan dapat meningkat dengan baik,” katanya.
Saat meninjau Sekolah Rakyat, Muzani menyebutkan terdapat 180 siswa yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Para siswa tersebut seluruhnya berasal dari Kabupaten Natuna dan mayoritas merupakan anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2.
“Mereka bersemangat untuk belajar dan bercita-cita menjadi orang yang lebih baik dari taraf hidup yang sekarang. Karena itu, pesan kami adalah mereka harus bersungguh-sungguh belajar,” katanya.
Ia menilai fasilitas Sekolah Rakyat di Natuna cukup memadai dan harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pendidikan para siswa.
“Fasilitas yang sudah cukup megah, cukup bagus, dan cukup representatif di Sekolah Rakyat ini harus dimanfaatkan dengan baik. Ini tentu akan mendidik anak-anak yang sekarang sudah masuk, dan pada tahap berikutnya juga anak-anak yang membutuhkan dukungan dari Sekolah Rakyat ini,” tuturnya.
Menurut Muzani, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari investasi jangka panjang negara dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia di masa depan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan pendidikan.
“Ini adalah bagian dari cara untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia masa depan. Ini investasi jangka panjang yang harus sabar dan tekun, tetapi harus dilakukan dan dijalani oleh negara,” pungkasnya.
Penulis: Asril
Editor: Nuel
